Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Sedikit awan, 21.9 ° C

Harga Jengkol Tembus Rp 80 Ribu/Kg, tapi Banyak yang Membeli

Tim Pikiran Rakyat
SEORANG pedagang Hj. Ratna mengaku jengkol yang dijualnya di Pasar Inpres Sumedang cukup laris.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
SEORANG pedagang Hj. Ratna mengaku jengkol yang dijualnya di Pasar Inpres Sumedang cukup laris.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Selama musim Lebaran 2019 ini, harga jual jengkol di Pasar Inpres Sumedang dikabarkan terus melonjak. Kenaikan harga jengkol tersebut mulai terjadi sejak akhir Ramadan 1440 lalu, dan terus bertahan hingga H+6 lebaran atau Selasa 11 Juni 2019.

Dimana harga jengkol yang pada awal Ramadan masih berada di kisaran Rp 20.000,- per kilo gram, kini terus naik hingga Rp 60.000,- per Kg.

Kenaikan harga jengkol seperti ini memang bukan kali pertama ini saja. Sebab di akhir tahun 2018 lalu juga harga jengkol tersebut sempat naik hingga tembus di angka Rp 80.000,- per Kg.
Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Inpres Sumedang, Hj. Ratna (42), membenarkan soal kenaikan harga jengkol itu.

"Naiknya harga jengkol ini mulai terjadi sekitar satu minggu sebelum Lebaran. Malah, pas mau Lebaran harga jengkol ini sempat tembus hingga tujuh puluh ribu per kilo. Tapi tidak lama, soalnya setelah lebaran juga sudah turun lagi menjadi enam puluh ribu," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.

Jadi, lanjut Hj. Ratna, jika dibandingkan dengan hari-hari biasa, harga jengkol sekarang ini memang mengalami kenaikan sekitar 300 persen. Namun meski demikian, kenaikan harga jengkol ini ternyata tidak berpengaruh terhadap omset penjualan.

Buktinya, selama musim Lebaran ini saja, permintaan jengkol ini justru malah terus meningkat.
"Harganya memang masih mahal, tapi permintaan jengkol ini tetap tinggi," ujarnya.

Menanggapi kenaikan harga jengkol tersebut, Ny. Sumiati (49) salah seorang ibu rumah tangga asal Desa Padasuka Kecamatan Sumedang Utara, mengaku tidak keberatan selama pasokan jengkolnya tersedia.

"Wajar mahal juga, soalnya musim Lebaran. Keluarga saya kan banyak yang suka, jadi mahal juga tetap saja dibeli. Apalagi pas Lebaran kemarin, banyak saudara-saudara saya dari kota pada ngumpul di rumah, mereka semua rata-rata minta disuguhi makan sama sambal dan jengkol, jadi kepaksa harus nyari jengkol ke pasar," ujarnya.***
 

Bagikan: