Pikiran Rakyat
USD Jual 14.273,00 Beli 13.973,00 | Umumnya cerah, 19.1 ° C

Inflasi Jawa Barat Melaju Tinggi Melampaui Inflasi Nasional

Yulistyne Kasumaningrum
Inflasi/DOK. PR
Inflasi/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Kenaikan tarif transportasi, khususnya angkutan antar kota, telah mendorong laju inflasi di Jawa Barat pada Mei 2019. Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar mencatat, wilayah Jabar telah mengalami inflasi 0,85%, yang artinya kembali melampaui inflasi nasional yang tercatat 0,68%.

Kepala BPS Jabar, Dody Herlando, mengatakan, dari tujuh kelompok pengeluaran, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kelompok bahan makanan yang memberikan andil inflasi 0,37%, disusul kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,25%), serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,18%).

Dari data yang dikumpulkan, Dody menyatakan bahwa kenaikan tarif transportasi selama Mei 2019, khususnya transportasi antar kota, menjadi pemicu inflasi di wilayah ini. “Ini belum memasukkan Lebaran, tetapi operator tampaknya sudah menaikkan tarifnya. Berkaca dari hal ini, maka perlu dipikirkan cara dalam hal pengendalian transportasi. Misalnya, apakah kuota mudik gratisnya yang ditambah,” katanya di Bandung, Senin, 10 Juni 2019.

WISATAWAN memadati pesisir Pantai Barat Pangadaran, Jawa Barat, Minggu, 9 Juni 2019. Warga memanfaatkan sisa libur cuti bersama atau hari terakhir libur Idul Fitri 1440 H untuk berwisata bersama keluarga.*/ANTARA

Libur sekolah juga berpotensi untuk terus memicu tingginya inflasi

Dody menuturkan, inflasi pada Idulfitri dan lebaran selalu menjadi perhatian. Pasalnya, pada periode tersebut kerap terjadi turbulensi sehingga langkah pengendalian harus secara maksimal dilakukan. “Dengan inflasi Mei 0,85%, maka secara kumulatif inflasi Januari-Mei tercatat 1,66%,”ujarnya.

Perkembangan tersebut, menurut Dody, harus diwaspadai karena angkanya yang semakin mendekati inflasi 2017 dan 2018, serta semakin jauh meninggalkan inflasi pada 2015 dan 2016. Selain itu, dorongan inflasi masih akan berpeluang terjadi pada Juni-Juli.

“Inflasi Mei belum memasukkan momen Lebaran yang jatuh di awal Juni. Begitupun pada Juli, akan dihadapkan pada momen masuk sekolah serta rekreasi selama libur panjang anak sekolah. Perlu hati-hati,” ucapnya.***

Bagikan: