Pikiran Rakyat
USD Jual 14.273,00 Beli 13.973,00 | Umumnya cerah, 23.2 ° C

Tahu yang Terjual Cuma 40 Ancak, Tahun Sebelumnya Capai 90 Ancak

Tim Pikiran Rakyat
PEDAGANG tahu Sumedang di Terminal Ciakar sibuk melayani pembeli. Sebagian pembeli merupakan warga Sumedang yang merantau ke luar kota.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
PEDAGANG tahu Sumedang di Terminal Ciakar sibuk melayani pembeli. Sebagian pembeli merupakan warga Sumedang yang merantau ke luar kota.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Pada musim lebaran 1440 hijriah ini, hampir semua pedagang tahu di wilayah Kabupaten Sumedang kebanjiran pembeli.

Musim lebaran seperti ini, memang selalu menjadi momen "maremaan" bagi para pedagang tahu Sumedang. Tak terkecuali, para pedagang tahu di sekitar kawasan Terminal Tipe A Ciakar Sumedang.

Para pedagang tahu di kasawan itu, tak henti-hentinya diserbu pemudik. Para pemudik itu sengaja memburu tahu, untuk oleh-oleh ke tempat perantauannya sekaligus untuk bekal cemilan mereka selama dalam perjalanan.

"Sudah biasa, pokoknya setiap kali saya pulang ke Sumedang, saya pasti harus membeli tahu. Soalnya kalau tidak, kasihan tetangga, mereka selalu nanyain mana tahu Sumedangnya," kata Ny. Suryati (55) salah seorang pemudiki, saat membeli tahu di sekitaran Terminal Tipe A Ciakar Sumedang, Minggu 9 Juni 2019.

Suryati mengaku, kalau tahu itu merupakan salah satu oleh-oleh yang wajib dibawa setiap kali dirinya mudik ke Sumedang. Sebab, bagaimana pun tahu ini merupakan satu-satunya ikon Sumedang yang paling dikenal. Jadi tidak heran jika hampir semua para pemudik memburu cemilan yang berbahan baku dari saripati kacang kedelai tersebut.

"Kalau gak bawa tahu itu, serasa gak mudik ke Sumedang," ujar warga Cimalaka yang sudah lebih dari tujuh tahun merantau ke ibu kota Jakarta.

Dengan banyaknya pemudik yang membeli tahu seperti ini, maka omzet penjualan tahu di wilayah Sumedang pun jadi meningkat.

Naik 4 kali lipat

Seperti diakui H. Jaja Suteja (61), salah seorang pedagang tahu di Terminal Tipe A Ciakar Sumedang. Warga Perumahan Jatihurip, Desa Jatihurip Kecamatan Sumedang Utara itu mengaku, omzet penjualan tahu pada musim lebaran seperti ini memang mengalami peningkatan sekitar 4 kali lipat dari hari-hari biasa.

"Pasti meningkat lah. Kalau hari-hari biasa paling kami hanya bisa menjual 10 ancak, beda dengan musim lebaran seperti ini, dalam sehari kami bisa menjual sampai 40 ancak lebih," katanya.

Namun demikian, bagi dia penjualan tahu di musim lebaran kali ini justru mengalami penurunan jika dibanding penjualan tahu pada musim lebaran tahun lalu.

"Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, ya ramai tahun kemarin. Lebaran tahun kemarin itu, kami bisa jual tahu 90 sampai 120 ancak per hari. Jadi penurunannya sangat drastis," ujarnya.

Penuruan omzet penjualan ini, lanjut H. Jaja, salah satunya disebabkan karena semakin banyaknya jumlah pedagang tahu.

"Sekarang pedagang tahunya juga kan terus bertambah. Selain itu, antara terminal dan kios tahu ini sekarang kan dipagar. Jadi sejak dipasangi pagar di terminal ini memang pembeli tahu jadi sepi, kemungkinan mereka males berkeliling melewati pagar. Dan kalaupun ada yang ramai, paling hanya pedagang tahu yang di pinggir pagar saja, tidak merata sampai ke kios yang di tengah," tuturnya kepada wartawan Kabar Priangan Taufik Rochman.***

Bagikan: