Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

Kopiah Merah Putih Paling Banyak Dipesan Warga Jawa Timur

Wilujeng Kharisma
PERAJIN kopiah rajut "Al Barokah" di Mintoragan Desa Wirokerten, Banguntapan Bantul, Nafsiatun Ummah, menunjukkan aneka kopiah rajut hasil kreasinya.*/WILUJENG KHARISMA/PR
PERAJIN kopiah rajut "Al Barokah" di Mintoragan Desa Wirokerten, Banguntapan Bantul, Nafsiatun Ummah, menunjukkan aneka kopiah rajut hasil kreasinya.*/WILUJENG KHARISMA/PR

BANTUL, (PR).- Bulan Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi sebagian masyarakat. Tak terkecuali perajin kopiah rajut di Mintoragan, Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pasalnya, setiap bulan Ramadan datang pemesanan kopiah meningkat hingga seratus persen dibandingkan hari biasanya."Alhamdulillah, Bulan Ramadan pemesanan banyak. Meningkat sampai seratus persen. Bahkan ada yang pesan sebelum Ramadan," kata Nafsiatun Ummah (48), perajin kopiah rajut "Al Barokah" di Mintoragan, Desa Wirokerten. 

Pemesanan menurutnya datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Lampung, Jakarta, Cirebon, Temanggung, Surakarta, Jawa Timur dan seputaran Yogyakarta.

Pada hari-hari biasa, Nafsiatun mengaku melakukan pengiriman sekitar 200 buah. Namun selama Ramadan ini meningkat, menjadi 500 buah, dalam sekali pengiriman.

Berbeda dengan kopiah buatan pabrik,  kopiah-kopiah rajut buatannya bisa dibilang buatan tangan dan dikerjakan manual dengan tangan.

Bahan dasar dari penutupan kepala ini menggunakan kain strimin, benang nilon, tali, kabel kosong, batok kelapa dan kulit sapi. Keseluruhan bahan tersebut kemudian dirangkai (dirajut-red) sesuai motif dan ukuran hingga menjadi kopiah.

Selain motif kopiah dari hasil kreasi miliknya, Nafsiatun mengaku biasa merajut kopiah sesuai dengan permintaan dari sang pemesan.  Menurut dia, para pemesan biasanya menginginkan kopiah rajut yang unik dan menarik. Satu di antaranya adalah kopiah lipat yang dirajut dengan motif merah putih. "Kopiah merah putih ini pesanan dari Jawa Timur," katanya.

Kopiah merah putih merupakan kopiah yang dirajut dengan dominasi warna hitam. Namun memiliki hiasan benang nilon, berwarna merah dan putih.  Selain merah putih, Nafsiatun mengaku membuat pesanan kopiah dengan dominasi warna hitam, putih, hijau dengan sedikit corak merah, seperti bendara Palestina.

Kopiah-kopiah rajut tersebut dibanderol dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu, disesuaikan motif dan tingkat kerumitan. "Hari biasa saya kirim 200 pcs sekarang bisa sampai 500 pcs sekali kirim," ucapnya. 

Satu kopiah, membutuhkan waktu perajutan selama dua sampai tiga jam. Untuk memenuhi permintaan pasar, Nafsiatun tidak sendirian dalam merajut. Ia mempekerjakan sedikitnya 40 orang yang kebanyakan dari kalangan ibu-ibu rumah tangga.  "Ada 40-an orang yang merajut di sini. Sistemnya borongan," tuturnya.

Di rumahnya, berbagai macam kopiah berbagai motif dan ukuran telah selesai dibuat. Ada kopiah Turki, kopiah kulit, kopiah lipat, hingga Kopiah Ketu.***

Bagikan: