Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya berawan, 20.7 ° C

Pemilu Terlewati, Penjualan Smartphone Kembali Positif 

Asep Budiman
PUBLIC Relations Manager Advan, Mohamad Ilham Pratama.* ASEP BUDIMAN/PR
PUBLIC Relations Manager Advan, Mohamad Ilham Pratama.* ASEP BUDIMAN/PR

BANDUNG, (PR).- Isu politik yang ramai sejak 2018 sempat menyebabkan kelesuan pasar telefon seluler, terutama pabrikan lokal. Namun pada pertengahan kuartal II tahun 2019, penjualan smartphone menunjukkan tren positif yang bertepatan dengan bulan Ramadan dan Lebaran.

"Sejak 2018 pasar ponsel bisa dibilang tertekan isu politik, terutama vendor lokal," kata Mohamad Ilham Pratama, Public Relations Manager Advan saat peluncuran produk terbarunya Advan i6C di Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa malam, 28 Mei 2019.

Isu politik pun berpengaruh terhadap fluktuasi rupiah yang tak menentu hingga terdepresiasi cukup dalam. Sebagai vendor lokal, menurut dia, hal tersebut sangat berdampak terhadap pemenuhan bahan baku yang harganya naik-turun.

Meskipun demikian, Ilham memandang tren positif mulai beranjak pada pertengahan kuartal II tahun 2019 ini. Apalagi pada momen bulan Puasa dan Idulfitri, masyarakat juga memburu ponsel terbaru selain busana Lebaran. "Tahun 2019 masih terjadi perlambatan pertumbuhan, tapi trennya mulai beranjak naik, terutama kuartal III," tuturnya.

Di samping momentum Lebaran, Ilham menyebutkan, pengguna telefon pintar terus tumbuh setiap tahun. Diperkirakan, pengguna smartphone pada 2019 bisa mencapai 92 juta atau tumbuh 41% dibandingkan dengan tahun 2018.

"Tumbuhnya pasar pengguna smartphone juga didorong oleh harga yang murah serta tingginya kemampuan adaptasi generasi Z (anak yang lahir tahun 1995-2010)," ujarnya.

Di samping itu, Ilham melihat perubahan karakter orang Indonesia yang kian jarang memasang dua nomor pada satu ponsel. Kini, masyarakat cenderung memiliki dua ponsel serta memakai 1 nomor pada 1 ponsel.

Migrasi Besar

Ilham menjelaskan, sebagian penyedia layanan telekomunikasi (provider) seluler akan menutup jaringan 2G dan 3G. Seperti diketahui, jaringan 2G berbasis layanan telefon dan SMS, sedangkan jaringan 3G memiliki koneksi yang tidak stabil.

"Jika 2G dan 3G dimatikan, akan ada migrasi besar ke 4G, terutama di entry level (pengguna smartphone pemula)," ucapnya.

Seiring dengan migrasi besar-besaran tersebut, Ilham memproyeksikan potensi penjualan smartphone 4G akan meningkat drastis. Untuk itu, pihaknya terus menyiapkan smartphone berbasis teknologi 4G yang sesuai dengan karakter masyarakat Indonesia.

Saat ini, Advan merupakan produsen smartphone lokal nomor satu di Indonesia. Selain itu, Advan menguasai 60% pasar tablet di Asia Pasifik yang menjadikannya pemain dominan.

Melihat potensi pasar lokal yang terus tumbuh, sepertinya Advan tergiur untuk menciptakan ekosistem perangkat tersendiri, yaitu perangkat smart home. Seperti halnya yang telah dibuat oleh vendor global lainnya.

"Cita-citanya ke smart home device, kami akan meluncurkan pods go dan wearable sebagai jembatan ke smart home," tuturnya.***

Bagikan: