Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Langit umumnya cerah, 23.2 ° C

Menperin Incar Investasi Jepang di Sektor Kimia dan Baja

Tia Dwitiani Komalasari
ILUSTRASI Pabrik Kimia.*/REUTERS
ILUSTRASI Pabrik Kimia.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Menteri Perindustrian Airlangga Hartaro mengincar penambahan investasi pada industri baja dan kimia dalam kunjungannya ke Jepang tanggal 28-31 Mei 2019. Hal salah satunya bertujuan untuk menopang pebangunan infrastruktur Indonesia dan peningkatan daya saing industri 4.0.

Airlangga mengatakan, pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kerja sama bilateral dengan Jepang di bidang ekonomi, termasuk peningkatan investasi sektor industri.

“Dalam upaya meningkatkan daya saing manufaktur nasional di era industri 4.0, pemerintah perlu melakukan langkah-langkah strategis melalui penguatan kerja sama. Salah satunya dengan Jepang sebagai mitra strategis, yang selama ini hubungan perdagangan kedua negara terus mengalami peningkatan,” ujar Airlangga Selasa 28 Mei 2019.

Dia mengatakan, ada dua sektor industri yang saat ini difokuskan untuk peningkatan investasi dari Jepang. Dua sektor tersebut adalah kimia dan baja.

Pengembangan investasi di sektor industri kimia akan dibahas Airlangga dalam pertemuannya dengan direksi S?ojitz Corporation. Beberapa waktu lalu, Sojitz Corporation telah menyatakan minatnya untuk membangun pabrik methanol kedua di Indonesia. 

Airlangga mengatakan, Sojitz Group memiliki sekitar 400 anak perusahaan dan afiliasi, baik yang berlokasi di Jepang maupun di seluruh dunia. 
Mereka berinvestasi di beragam sektor seperti otomotif, sumber daya energi dan mineral, bahan kimia, bahan baku pangan, agrikultur, hasil hutan, barang konsumsi, serta kawasan industri. 

“Kami akan bertemu juga dengan federasi bisnis Jepang, Keindanren yang merupakan organisasi ekonomi yang komprehensif dengan keanggotaan terdiri dari 1.376 perusahaan perwakilan Jepang, 109 asosiasi industri nasional dan 47 organisasi ekonomi regional,” tutur Airlangga.

Nippon Steel

Sementara dalam upaya menguatkan sektor industri baja nasional, Airlangga akan bertemu dengan jajaran direksi Nippon Steel. “Industri baja merupakan sektor hulu atau disebut juga mother of industries karena berperan penting untuk memasok kebutuhan bahan baku dalam mendukung proyek infrastruktur dan menopang kegiatan sektor industri lainnya,” ujarnya.

Hal tersebut sejalan dengan upaya Kementerian Perindustrian yang sedang fokus mengakselerasi pembangunan klaster industri baja di Cilegon, Banten. Industri tersebut ditargetkan bisa memproduksi hingga 10 juta ton baja pada tahun 2025. Selain itu, Kementrian Perindustrian juga mempercepat pembangunan klaster industri baja di Batulicin, Kalimantan Selatan dan Morowali, Sulawesi Tengah.

Di samping itu, Menperin akan melakukan pertemuan dengan jajaran direksi Fujitrans Corporation, yang merupakan perusahan penyedia layanan logistik kepada pelanggan di Jepang dan internasional. Perusahaan ini juga mengoperasikan kapal yang dimiliki atau disewa perusahaan  untuk berbagai kargo di seluruh Jepang.
?
Menurut dia, peningkatan investasi sangat penting untuk mendongkrak kemampuan manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global. Investasi Jepang di Indonesia merupakan yang terbesar kedua pada tahun 2017. Peningkatan investasi sepanjang periode 2013 hingga 2017 melonjak pesat, dari sebelumnya 1.438 perusahaan menjadi 1.911 perusahaan.*** 

Bagikan: