Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 22.4 ° C

Kalau Tak Mau Terjerat Utang, Haram Ajukan Pinjaman Tunai Online untuk Hal Ini

Advertorial
ILUSTRASI.*/DOK KREDIVO
ILUSTRASI.*/DOK KREDIVO

KEHADIRAN penyedia fintech pinjaman tunai tak bisa dipungkiri memang menjadi angin segar. Khususnya bagi mereka yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari lembaga keuangan konvensional. Memang, hal ini betul adanya. Namun pinjaman online itu layaknya pisau bermata dua. Jika kamu tahu betul bagaimana menggunakannya dengan baik, tentu menjadi bermanfaat untukmu. Namun jika sebaliknya, bisa-bisa kamu malah terjerat dalam lingkaran utang. Kira-kira, hal apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan ketika kamu mengajukan pinjaman tunai online?

Untuk memenuhi kebutuhan konsumtif

Seperti yang disebutkan di atas, kehadiran fintech memang membawa banyak manfaat. Tapi sayangnya, di Indonesia, kehadiran fintech, justru mengubah pola konsumsi masyarakat, terutama di kota-kota besar. Alih-alih menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan. banyak yang terlena dan kebablasan menggunakan pinjaman dana untuk hal-hal konsumtif. 

Misalnya merek handphone A mengeluarkan seri terbaru, lalu kamu memaksakan diri untuk membelinya dengan pinjaman tunai online, hanya karena tak mau ketinggalan tren. Jika sikap ini terus-terusan dipelihara, bisa-bisa kamu akan terjerat utang. Untuk itu, sebelum pinjam uang secara online, kategorikan dulu kebutuhan utangmu. Apakah termasuk utang produktif, atau malah konsumtif? 

Meminjam uang untuk membayar utang lain

Hal ini juga banyak terjadi. Lantaran tidak mempunyai dana, kamu mencari pinjaman lainnya untuk membayar tagihan tersebut. Pada akhirnya, kamu hanya gali lubang tutup lubang. Begitu seterusnya, sampai-sampai tanpa sadar, pinjaman online yang digunakan sudah terlampau banyak, dan beban utang serta denda semakin menumpuk. Untuk menghindari kondisi ini, kalau kamu berminat mengajukan pinjaman tunai melalui fintech, pilih satu fintech saja. Pilih yang kredibel dengan fasilitas kredit paling lengkap. Misalnya Kredivo, yang bukan cuma bisa digunakan untuk pinjaman tunai, melainkan juga belanja dengan cicilan di merchant rekanannya, beli pulsa, paket data, hingga tiket pesawat sekalipun. 

Menggunakan uang pinjaman untuk kebutuhan sehari-hari

Kebutuhan yang terus bertambah serta biaya hidup yang kian mahal kerap tak berbanding lurus dengan penghasilan yang segitu-gitu saja. Karena hal ini, sebagian orang mengambil jalan pintas lewat pengajuan pinjaman demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, ini merupakan hal yang keliru karena kebutuhan sehari-hari sifatnya tak akan pernah habis. Apabila sumber dana untuk memenuhi kebutuhan tersebut berasal dari utang, yang ada justru muncul masalah keuangan baru. Solusinya, selain berhemat ketat, mau tidak mau harus coba cari pekerjaan atau usaha sampingan lain untuk tambah-tambah penghasilan.***

Bagikan: