Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Hindari Larangan Operasional Truk, Distribusi Pupuk Bersubsidi Dikebut Jelang Lebaran

Gelar Gandarasa
ILUSTRASI pupuk bersubsidi.* DODO RIHANTO/PR
ILUSTRASI pupuk bersubsidi.* DODO RIHANTO/PR

INDRAMAYU, (PR).- Pendistribusian pupuk bersubsidi dikebut jelang hari raya Idulfitri tahun ini. Hal itu guna mengantisipasi terhambatnya pasokan karena larangan truk beroperasi selama arus mudik mendatang. Ditargetkan, sebelum Lebaran pupuk sudah terdistribusi.

Manager Departemen Komunikasi PT Pupuk Kujang, Ade Cahya mengatakan, pada arus mudik seringkali ada pembatasan operasional truk angkutan guna menghindari kepadatan lalu lintas. Untuk itu, kata dia, diperlukan upaya percepatan distribusi agar pupuk sampai ke para petani. Ade menargetkan, pupuk akan sampai ke gudang lini III tingkat kabupaten sebelum H-7 Lebaran.

“Kami pastikan distribusi pupuk sampai kepada petani tepat waktu, sebelum kendaraan berat yang mendistribusikan pupuk tidak beroperasi menjelang hari raya Idulfitri”, kata Ade, Jumat 24 Mei 2019. Selain mempercepat pasokan ke gudang, pasokan pupuk dari gudang ke agen atau kios juga akan dikebut.

Namun demikian, upaya percepatan juga perlu dibarengi oleh para distributor. Para distributor dan pemilik kios diharapkan bisa menebus pupuk dengan segera sesuai dengan alokasinya masing-masing. Dengan demikian, pupuk yang sampai kepada para petani tidak akan terlambat diterima.

Ade mengatakan, untuk sementara ini prioritas pengiriman difokuskan untuk ke wilayah Jawa Barat Selatan dan Priangan. Alasannya kata dia, medan menuju wilayah-wilayah itu cukup berat untuk dilalui. Lain hal dengan kondisi jalan yang ada di wilayah Pantura Jabar yang terbilang sudah baik. Sulitnya medan dikhawatirkan bisa membuat pengiriman menjadi lambat. "Tak ada kendala pola distribusi untuk Pantura," ujarnya.

Berkenaan dengan stok pupuk, kata Ade, petani diminta untuk tidak khawatir. Sebab persediaan pupuk dipastikan aman. Hingga saat ini, stok urea untuk wilayah Jawa Barat dan Banten mencapai 68.785 ton atau 288% dari ketentuan sebesar 23.062 ton. "Stok pupuk update per 22 Mei 2019," katanya.

Untuk pupuk NPK, stok mencapai 42.700 ton atau 700% dari ketentuan sebesar 3.855 ton. Terakhir untuk pupuk organik, stoknya mencapai 7.933 ton atau 180% dari ketentuan sebesar 4.406 ton.

Ade menambahkan, realisasi penyaluran pupuk urea subsidi di wilayah Jawa Barat dan Banten sudah mencapai 256.068 ton. Jumlah itu setara dengan 113% dari ketentuan dinas pertanian sebanyak 226.038 ton. Stok sebanyak itu diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan petani hingga pasca Lebaran.

Khusus untuk Indramayu, kebutuhan pupuk urea bersubsidi wilayah gudang lini III per 22 Mei 2019 mencapai 7.306  ton atau 239% dari ketentuan sebesar 3.045 ton. Realisasi penyerapan wilayah Indramayu untuk urea mencapai 30.435 ton atau 115% dari ketentuan dinas pertanian sebesar 26.312 ton. Dalam penyaluran pupuk bersubsidi, Pupuk Kujang bekerjasama dengan masyarakat yang aktif dalam memantau penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan.

Pentingnya pendistibusian pupuk sebelum Lebaran ditegaskan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan Indramayu (KTNA). Wakil Ketua KTNA Indramayu Sutatang mengatakan, sehabis Lebaran para petani biasanya akan langsung kembali memulai proses tanam. "Sekarang juga sudah ada yang tanam dan sedang proses pemupukan," ungkapnya.***

Bagikan: