Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sebagian berawan, 20.1 ° C

Penutupan Pasar Tanah Abang, Pedagang Rugi Besar

Tia Dwitiani Komalasari

SALAH satu sudut kios di Pasar Tanah Abang Jakarta.*/BBC
SALAH satu sudut kios di Pasar Tanah Abang Jakarta.*/BBC

TEPAT pukul 8 pagi, Lilis Setyawati (47) sudah tiba di kawasan Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta. Dia bergegas dari rumahnya di Cipulir Jakarta untuk pertama kalinya berjualan pasca kerusuhan 22 Mei 2019 kemarin.

"Tadi malam saya dapat WA dari sesama pedagang, kalo hari ini sudah bisa jualan.‎ Tiap hari kita pantengin tv dan berkomunikasi lewat WA, menunggu kabar kapan pasar bisa buka," ujarnya saat ditemui di lapaknya, Jumat 24 Mei 2019.

Suasana Pasar Tanah Abang pagi itu sangat berbeda dibandingkan hari biasanya. Sebagian toko masih tutup, terutama di kawan pasar Metro yang menjual barang kelas menengah ke atas. Sementara kawasan Blok A dan Blok B sudah mulai banyak toko yang buka. Kondisi serupa juga terjadi di lapak-lapak pedagang di luar pasar tanah abang.

Meskipun khawatir masih akan terjadi kerusuhan, Lilis bertekad ‎untuk berjualan hari itu. Sebab, penutupan pasar tanah abang selama dua hari menimbulkan kerugian bagi usahanya. Biasanya perempuan yang menjual pakaian muslim itu bisa mengantongi omset sebesar Rp 3 juta per hari. Apalagi saat bulan Ramadan, omset tersebut bisa mencapai dua kali lipatnya.

Menurut Lilis, penjualan pakaian muslim tahun ini memang tidak begitu menggairahkan bila dibandingkan sebelumnya. Kondisi ekonomi yang kurang baik menyebabkan daya beli menurun. Belum lagi lapak tidak resmi yang kini kembali marak di luar pasar tanah abang menyebabkan sebagian pelanggan pindah. "Bisa dibilang penjualannya turun hingga 50 %,"ujar dia.

Kondisi itu diperparah dengan kejadian demo 22 Mei lalu. Kondisi pasar Tanah Abang menjadi semakin sepi. "Seharusnya di bulan Ramadan kaya gini, ini tuh penuh dengan orang yang berdesakan. Sekarang mah bisa dipake lari," kata dia sambil menunjuk lorong di antara lapak penjual.

Pelanggan kecewa

Pedagang pasar tanah abang lainnya‎, Irwan (50), mengatakan penutupan pasar Tanah Abang menyebabkan banyak pelanggan yang sudah datang menjadi kecewa. Sebab pelanggan tersebut banyak yang datang dari luar kota bahkan luar negeri. 

"Kalau kita kan di sini penjualan terbanyak dari grosiran. Itu yang beli, biasanya dari daerah-daerah atau luar negeri," kata dia.

Dia berharap, kondisi politik bisa kembali normal sehingga tidak menimbulkan kerugian. "Kalau sudah gini, yang rugi kan rakyat juga. Mudah-mudahan aman terus," ucapnya.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan pasar tanah abang sudah bisa dibuka, Jumat (24/5/2019). Hal ini diputuskan melalui rapat bersama antara PD Pasar Jaya, Kapolsek Tanah Abang, perwakilan pedagang hinga tokoh masyarakat. Pertemuan tersebut memastikan bahwa situasi di sekitar Pasar Tanah Abang sudah kondusif sehingga kegiatan perekonomian bisa berjalan.

Dia berharap ‎roda perekonomian di pasar tanah abang bisa segera pulih dan bejalan normal. Sebab transaksi menjelang Ramadhan biasanya merupakan yang tertinggi di sepanjang tahun. Perputaran uang di pasar tanah abang bisa mencapai Rp 200 miliar. "Bila tutup dua hari, itu berarti bisa rugi hingga Rp 400 miliar,"ujarnya. (Tia Dwitiani Komalasari/PR)***

Bagikan: