Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Langit umumnya cerah, 16.4 ° C

Pakar Keuangan Ungkap Rahasia Menghadapi Lebaran Tanpa THR

Okky Ardiansyah
Uang/ANTARA
Uang/ANTARA

THR (Tunjangan Hari Raya) menjadi salah satu hal yang paling dinantikan saat Lebaran datang. Dengan pemasukan tambahan di luar gajian, kita dapat membeli kebutuhan-kebutuhan pangan dan sandang untuk menyambut Lebaran.

Hal yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mereka yang tak mendapatkan THR bisa memenuhi kebutuhan pangan dan sandang menjelang Lebaran. Perencana keuangan dari Finansia Consulting, Eko Indarto, memberi solusinya.

Eko Indarto tak menampik bahwa mereka yang tak menerima THR butuh tenaga ekstra dan perencanaan panjang guna memenuhi semua kebutuhan Lebaran. Mereka mesti menyisihkan penghasilan bulanan sejak jauh-jauh hari.

“Jadi, mau tidak mau, mereka mesti menyiapkan sendiri THR. Mereka sudah tahu Lebaran akan tiba setahun sebelumnya. Lebaran tahun ini bulan Juni, maka kita sudah bisa memprediksi Lebaran tahun depan itu kalau tidak Juni, ya Mei,” ucapnya.

Uang/DOK. PR

Menurut Eko Indarto, besaran penghasilan yang disisihkan sekira 10 persen dari pendapatan setiap bulan.

Maka ketika Lebaran datang, mereka yang tak menerima THR mengantongi uang dua kali lipat dari pendapatan per bulan.

Situasi tersebut, kata Eko Indarto, mirip dengan PNS atau pegawai swasta yang menerima THR. Kendati tak memiliki THR, mereka dapat memenuhi kebutuhan pangan dan sandang yang akan melambung menjelang Lebaran.

“Setiap bulan, gaji kita bisa disisihkan 10 persen sehingga punya THR senbilai sekali gaji untuk menyambut hari raya,” katanya.

Selain itu, Eko Indarto menyarankan agar mereka yang tak menerima THR untuk membuka usaha sampingan. Saran itu tergolong logis karena marketplace online di Indonesia begitu berkembang.

Tak hanya itu, media sosial dapat menjadi lapak untuk berjualan. Meski demikian, Eko Indarto mengingatkan bahwa usaha yang dibangun mesti direncanakan dengan sebaik mungkin supaya keuntungan yang diperoleh terbilang besar.

“Bisa dikumpulkan dari bisnis sampingan. Sekarang orang berbisnis sudah sangat mudah. Bisa punya toko tanpa harus punya ruko. Bisa punya lapak tanpa harus membayar lapak. Menjual barang semakin mudah. Mereka (yang tak menerima THR) bisa menggunakan itu untuk cara mengumpulkan THR,” ucapnya.***

Bagikan: