Pikiran Rakyat
USD Jual 14.273,00 Beli 13.973,00 | Umumnya cerah, 19.1 ° C

Menhub: Semua Maskapai Penerbangan Sudah Ikuti Aturan Tarif Batas Atas

Tia Dwitiani Komalasari
Petugas bandara memandu pesawat udara setelah mendarati di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis (24/1/2019). Data PT Angkasa Pura II, sejak kenaikan harga tiket dan pemberlakuan bagasi berbayar, jumlah penumpang pesawat udara di bandara tersebut berkurang hingga 3.000 orang per hari, bahkan 467 penerbangan dibatalkan sejak tanggal 1 hingga 21 Januari 2019 akibat sepi penumpang.*/ANTARA
Petugas bandara memandu pesawat udara setelah mendarati di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis (24/1/2019). Data PT Angkasa Pura II, sejak kenaikan harga tiket dan pemberlakuan bagasi berbayar, jumlah penumpang pesawat udara di bandara tersebut berkurang hingga 3.000 orang per hari, bahkan 467 penerbangan dibatalkan sejak tanggal 1 hingga 21 Januari 2019 akibat sepi penumpang.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengklaim harga tiket pesawat sudah mengalami penurunan sejak pemerintah menekan tarif batas atas hingga 16%. Budi mengatakan, ia memastikan bahwa semua maskapai penerbangan telah mematuhi ketentuan tersebut.

"Kami pantau tidak ada (maskapai penerbangan) yang melanggar. Bahkan beberapa sudah turun (harga tiketnya),"ujar Budi saat ‎pemaparan Mudik Aman dan Lancar pada acara Forum Merdeka Barat di Kantor Kementrian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.

Sebagai regulator, Budi mengatakan, Kementrian Perhubungan sebenarnya tidak boleh melakukan intervensi harga. Namun, saat ini, ada Undang-undang mengenai penetapan tarif batas atas dan bawah yang menjadi kewenangan Kementrian Perhubungan. 

"Jadi seolah-olah kami (Kementrian Perhubungan) berkuasa (menentukan harga tiket), padahal penetapan tarif berkorelasi dengan banyak pihak. Setelah Kementrian Perhubungan menetapkan tarif batas atas dan bawah, selanjutnya yang terjadi adalah mekanisme pasar," ujarnya.

Budi mengatakan, penetapan tarif batas atas dan bawah sebenarnya tidak dilakukan di negara lain. Kementrian Perhubungan juga tidak memiliki kewenangan untuk memaksakan tarif tertentu pada maskapai berbiaya rendah.

Meski begitu, dia menyatakan harapannya bahwa penurunan tarif tersebut dapat terjangkau oleh masyarakat yang akan melakukan mudik. Kementrian Perhubungan memprediksi bahwa pertumbuhan jumlah pemudik yang mengunakan angkutan udara masih ada namun cenderung stagnan.

Dalam kesempatan itu, Budi juga meminta para maskapai untuk melakukan ramp check untuk memastikan keselamatan penerbangan selama musim mudik. "Kita minta keselamatan paling utama. Begitu juga masyarakat agar menghindari membawa barang-barang yang tidak perlu," ujarnya.

PESAWAT Garuda Indonesia mendatar di Bandara Kertajati untuk melakukan penerbangan perdana dari Majalengka menuju Lampung, Selasa 18 Desember 2018.*/TATI PURNAWATI/KP

Ketersediaan bahan bakar mulai dari premium sampai avtur dipastikan aman

Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rida Mulyana, mengatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi penurunan tiket pesawat tersebut. Salah satunya dengan menyediakan cadangan avtur lebih banyak dari sebelumnya.

"Dalam menghadapi mudik lebaran, kami memastikan setiap jenis bahan bakar mulai dari premium sampai avtur memiliki cadangan yang mencukupi untuk kebutuhan minimal 20 hari. Namun khusus untuk avtur‎, kami mempersiapkan kebutuhan untuk 48 hari," ujarnya.

Rida mengatakan, penurunan harga tiket pesawat diprediksi menambah minat pemudik untuk mengunakan moda transportasi udara  tersebut. "Kami ingin memastikan kebutuhan bahan bakar pesawat tersebut terpenuhi meskipun terdapat penambahan jumlah penerbangan," tuturnya.***

Bagikan: