Pikiran Rakyat
USD Jual 14.670,00 Beli 14.370,00 | Umumnya cerah, 24.4 ° C

Kopi Pangandaran Harus Jadi Penunjang Pariwisata

Tim Pikiran Rakyat
GUGI Samugya petani kopi asal Desa Kersaratu, Kec Sidamulih, Kab Pangandaran bersama kopi yang ia tanam bersama petani lainnya.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
GUGI Samugya petani kopi asal Desa Kersaratu, Kec Sidamulih, Kab Pangandaran bersama kopi yang ia tanam bersama petani lainnya.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Ternyata kopi Pangandaran memiliki khas tersendiri dan perlu dikembangkan baik produksinya maupun dalam segi pemasaran guna dikenal sehingga tereksplor hingga ke masyarakat luas. Demikian dikatakan Yusi Yuliana Unit Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya di Pangandaran.

Yusi mengatakan, sebagai bentuk kepedulian Bank Indonesia dalam rangka pengembangan ekonomi di daerah, maka BI akan fokus untuk pengembangan UMKM.

"Apalagi di Pangandaran memikiki potensi pariwisata nya yang cukup bagus," ungkap Yusi.

Apalagi menurut dia, dalam pengembang pariwisata, pihaknya juga telah mendapatkan informasi bahwa di Pangandaran terdapat komoditas kopi yang memiliki potensial sehingga komoditas kopi ini sebagai penunjang pariwisata.

"Seperti dalam forum diskusi dibahas bagaimana kopi Pangandaran bisa dikenal oleh wisatawan, dan ke depannya juga diharapkan untuk dibuatkan agro wisata kopi," ujarnya.

Sehingga, lanjut Yusi, kopi-kopi ini menjadi wajib di Pangandaran seperti di hotel-hotel bisa menyajikan kopi khas Pangandaran.

Pendampingan

Maka ke depan, kata Yusi, BI untuk melakukan pendampingan, pelatihan untuk meningkatkan produktivitas, karena berdasarkan informasi penanaman kopi di Pangandaran masih sangat sederhana dan masih otodidak, yang  secara turun temurun ilmunya dari orangtua terdahulu..

"Nah kita (Bank Indonesia, Red) akan melakukan pelatihan dan intervensi di budidaya kopi, supaya budidayanya ini akan lebih baik lagi," ujar Yusi.

Apabila produksinya sudah meningkat,  tentu diperlukan pemasarannya. Karena menurut Yusi, dari 100 persen produkai kopi itu, 80 persennya diambil oleh daerah lain. Tidak dibrending sebagai kopi Pangandaran. 

"Maka kopi ini bisa menjadi brand Pangandaran. Jangan sampai kopinya dari Pangandaran tapi brandnya dari daerah lain," papar Yusi, seraya dirinya menambahkan, bahwa saat ini BI sedang mengembangkan kopi Cigalontang di Tasikmalaya dan kopi Malabar di Bandung.

"Nanti untuk pelatihan kan bisa mendatangkan mentor dari kopi Malabar dan kopi Cigalontang. Sedangkan untuk pemasaran kopi saat ini bisa melalui even-even pameran," tutur Yusi kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi.

Mengembangkan produksi

Kepala Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Kab. Pangandaran, Tedy Sonjaya menanggapi adanya pertemuan antara pihak Bank Indonesia dengan para petani kopi yang dinilai produksi kopi di Kab. Pangandaran cukup baik.

"Kan sayang sekali kalau produksi kopi ini tidak dimanfaatkan dengan baik," ujarnya.

Maka dari itu, kata Tedy, Kadin, Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah bekerja sama ada harapan untuk mengembangkan produksi kopi dan peningkatan SDM-nya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kab. Pangandaran, Sutriaman sangat mendukung kerja sama ini untuk pengembangan produksi kopi untuk meningkatkan pariwisata di Kab. Pangandaran.

Menurut Sutriaman, produksi kopi di Pangandaran merupakan kopi jenis robusta sengan sentra pengembangannya ada di Kec. Langkaplancar, Parigi, Cigugur dan Sidamulih dengan luas lahan 609 hektare yang terdiri 292 hektare lahan negara, dan 317 hektare lahan perkebunan rakyat.

"Sudah memproduksi sebanyak 253 ton pertahunnya," ujar Sutriaman

Untuk pengembangan produksi kopi di Kab. Pangandaran, menurut Sutriaman, sementara ini belum perlu menambah lahan pertanian kopi.

"Karena yang diperlukan oleh petani kopi saat ini adalah perlu adanya peningkatan SDM dan alat pengolahan kopi," ujar Sutriaman, seraya dirinya menambahkan, merek kemasan kopi yang sudah ada di Kab. Pangandaran yakni merek Srikandi Coffe produk Sidamulih (Ibu Anih CS) dan kopi Pangandaran produk Purbahayu (Redi CS).***
 

Bagikan: