Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Kemiskinan dan Ketimpangan Masih Menjadi Tantangan Jawa Barat

Yulistyne Kasumaningrum
POTRET Kemiskinan.*/DOK PR
POTRET Kemiskinan.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jawa Barat mencatat pada tahun 2019, pagu dana APBN yang mengalir ke Provinsi/kabupaten/kota di wilayah ini meningkat dibandingkan tahun 2018. Tercatat pada 2019 total dana yang dialirkan ke Jabar sebesar Rp.116,72 triliun dari sebelumnya Rp 113,15 triliun.

"Hal ini  untuk lebih mendorong perluasan pelayanan publik yang semakin baik," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat, Sahat MT. Panggabean saat kegiatan Desiminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) 2018 dengan tema "Sinergi Untuk Pembangunan Jawa Barat” di Bandung, Kamis, 16 Mei 2019.

Sahat memaparkan, kenaikan pagu tersebut dialokasikan pada Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang semula Rp.66,49 triliun menjadi Rp.70,84 triliun. Dana Desa sebagai bagian dari TKDD juga meningkat dari semula Rp.4,79 triliun menjadi Rp.5,71 triliun. 

"Khusus untuk Dana Desa yang pada periode 2015-2018 telah dialokasikan ke Jawa Barat sebesar Rp.14‚5 triliun," ujarnya.

Dari dana desa tersebut, lebih lanjut Sahat memaparkan, telah menghasilkan manfaat pada ekonomi masyarakat desa berupa antara lain 11.545 KM jalan desa, 83,135 jembatan desa, 624 unit pasar desa, embung 50 unit dan irigasi 2.102 unit. 

Kemudian pada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa antara lain telah tercipta jaringan air bersih 1.085 unit, MCK 2.126 unit, Pliklinik Pedesaan 340 unit, Paud 1.353 unit, Posyandu 1.986 unit, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) 2.378 unit serta sarana olah raga dan rekreasi 222 unit. 

Pada kesempatan tersebut Sahat mengatakan kondisi perekonomian Jawa Barat yang didukung kekuatan fiskal berupa dana DIPA, dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebagai stimulus telah menghasilkan pertumbuhan 5,64 persen pada 2018. Angka pertumbuhan tersebut tercatat diatas rata-rata nasional. 

"Namun yang masih menjadi tantangan bersama adalah mendorong untuk semakin baik kondisi ketimpangan pendapatan, persentase penduduk miskin serta memperluas dan meningkatkan layanan publik pemerintah," katanya.***

Bagikan: