Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Langit umumnya cerah, 15.5 ° C

Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Turun Sampai 16%

Tia Dwitiani Komalasari
PETUGAS kebersihan bekerja di area pengantaran penumpang Terminal 1 B Keberangkatan Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa, 12 Februari 2019. PT. Angkasa Pura II selaku pengelola bandara Soetta membenarkan adanya penurunan penumpang pesawat akibat tingginya harga tiket pesawat.*/ANTARA
PETUGAS kebersihan bekerja di area pengantaran penumpang Terminal 1 B Keberangkatan Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa, 12 Februari 2019. PT. Angkasa Pura II selaku pengelola bandara Soetta membenarkan adanya penurunan penumpang pesawat akibat tingginya harga tiket pesawat.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pemerintah menetapkan tarif batas atas tiket pesawat diturunkan antara  12% -16%. Penurunan ini dilakukan pada rute-rute yang memiliki permintaan tinggi.

‎"Penurunan ini akan dilakukan pada rute-rute gemuk, seperti rute-rute di daerah Jawa, juga pada rute-rute seperti rute penerbangan ke Jayapura. Hal ini dilakukan pemerintah, bukan hanya memerhatikan pihak maskapai, tetapi juga konsumen," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, yang didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, usai Rapat Koordinasi Pembahasan Tindak Lanjut Tarif Angkatan Udara, di Kantor Kementrian Bidang Perekonomian Jakarta, Senin malam, 13 Mei 2019.

Darmin mengatakan, pemerintah mencatat adanya kenaikan tarif pesawat penumpang udara oleh para perusahaan maskapai penerbangan dalam negeri sejak akhir Desember 2018. Tarif ini tidak kunjung turun setelah 10 Januari 2019. 

"Dampak dari kejadian ini dirasakan oleh masyarakat terutama saat menjelang musim lebaran. Ini teridentifikasi merupakan isu yang berskala nasional,"ujarnya.

Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 72 Tahun 2019 tidak berubah secara signifikan sejak tahun 2014. Menurut Darmin, hal itu merupakan salah satu penyebab tarif angkutan penumpang udara tidak kunjung turun.

ILUSTRASI kenaikan tiket pesawat.*/DOK PIKIRAN RAKYAT

Kenaikan avtur sempat menjadi penyebab kenaikan harga tiket pesawat

Kondisi lain yang menyebabkan tingginya tarif pesawat dalam negeri adalah kenaikan harga bahan bakar pesawat terbang (avtur). Pada akhir Desember 2018, harga avtur menyentuh 86,29 Dolar AS per barel. Harga itu merupakan yang tertinggi sejak Desember 2014. Kenaikan harga avtur ini berdampak pada peningkatan beban operasional perusahaan maskapai penerbangan sehingga perlu dikompensasi dengan peningkatan tarif pesawat.

Darmin mengatakan, ‎keputusan penurunan Tarif Batas Atas akan berlaku efektif saat Peraturan Menteri Perhubungan ditandantangani rencananya pada tanggal 15 Mei 2019. Kebijakan ini akan dievaluasi secara berkesinambungan berdasarkan regulasi yang berlaku.

Meskipun demikian, kata dia, perlu sinergi antara kementerian/ lembaga dan badan usaha terkait untuk terus mendukung evaluasi industri penerbangan nasional secara berkala. Dengan demikian, potensi masalah atau isu dapat senantiasa diidentifikasi lebih awal.

“Kami berharap, kondisi industri penerbangan, khususnya pada pelayanan penumpang udara, dapat berjalan dengan lebih baik dan stabil,” ujar Darmin.***

Bagikan: