Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 18.2 ° C

KPPU Hargai Penurunan Batas Atas Harga Tiket Pesawat, Tapi Tetap Lakukan Penyelidikan

Yulistyne Kasumaningrum
SEJUMLAH calon penumpang pesawat udara, berada di konter check in, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis, 24 Januari 2019. Data PT Angkasa Pura II, sejak kenaikan harga tiket dan pemberlakuan bagasi berbayar, jumlah penumpang pesawat udara di bandara tersebut berkurang hingga 3.000 orang per hari, bahkan 467 penerbangan dibatalkan sejak tanggal 1 hingga 21 Januari 2019 akibat sepi penumpang.*/ANTARA
SEJUMLAH calon penumpang pesawat udara, berada di konter check in, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis, 24 Januari 2019. Data PT Angkasa Pura II, sejak kenaikan harga tiket dan pemberlakuan bagasi berbayar, jumlah penumpang pesawat udara di bandara tersebut berkurang hingga 3.000 orang per hari, bahkan 467 penerbangan dibatalkan sejak tanggal 1 hingga 21 Januari 2019 akibat sepi penumpang.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan terus melakukan penyelidikan terkait tingginya harga tiket pesawat terbang. Apalagi, jika maskapai tidak mematuhi keputusan pemerintah yang menurunkan tarif batas atas tiket pesawat terbang yang efektif berlaku sejak ditandatanganinya Peraturan Menteri Perhubungan rencananya pada 15 Mei 2019. 

Ketua KPPU, Kurnia Toha, yang ditemui saat Peresmian Kantor Wilayah III KPPU di Bandung, Selasa, 14 Mei 2019, mengatakan, terkait polemik harga tiket pesawat, pihaknya bersama Menteri Perhubungan terus mengawasi dan telah membuka komunikasi. Menhub pun telah mengambil langkah untuk menurunkan tarif batas atas tiket pesawat.

“Tarif batas ini kan harapannya pelaku usaha penerbangan ini bermain di rentang harga yang ada, namun ternyata mereka mepet ke batas atas. Ini yang KPPU sedang periksa juga apakah ada pelanggaran atau tidak. Tapi, kalau Menhub ambil langkah dan harga turun, tentu kita hargai,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, jika harga tidak juga turun, maka KPPU akan terus melakukan penyelidikan. Bukan tidak mungkin, ada perkara yang terungkap sehingga menghasilkan sanksi denda dan tindakan administratif lainnya.

Terkait mengenai kemungkinan adanya praktik pengaturan harga tiket, Kurnia mengatakan bahwa hal itu masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya belum dapat menyimpulkan adanya indikasi pengaturan.

“Saat ini masih dalam proses, belum disimpulkan. Tetapi yang jelas, kita melihat harganya terlampau tinggi. Walaupun sesuai dengan peraturan menteri, namun jika terlalu tinggi tidak juga bisa dibenarkan,” ujarnya.

SEJUMLAH penumpang pesawat memasuki ruang keberangkatan Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Sabtu (16/2/2019). Pesawat Lion Air JT-174 rute Jakarta-Pontianak berpenumpang 182 orang tergelincir, setelah mendarat di landasan bandara Bandara Supadio pada Sabtu (16/2/2019) siang, sehingga jadwal sejumlah penerbangan di bandara itu pun terganggu.*/ANTARA

Hadirkan pelaku usaha baru di industri penerbangan bisa jadi salah satu cara turunkan harga

Pada kesempatan tersebut, Kurnia meminta dukungan dan bantuan dari masyarakat untuk menyampaikan laporan atau memberikan data-data terkait persoalan yang ada. Harapannya, dengan dukungan masyarakat, pihaknya dapat memproses lebih cepat.

Disinggung mengenai solusi jangka panjang mengenai masalah tiket pesawat ini, Kurnia mengakui secara umum agak sulit menekan harga yang ada. Alasannya, pelaku usaha di sektor tersebut sangat terbatas sehingga sangat mudah untuk menguasai meski tanpa kartel sekalipun karena masyarakat tidak memiliki pilihan lain.

Oleh karena itu, Kurnia mengatakan penilaiannya bahwa salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menghadirkan pelaku usaha baru di industri penerbangan tersebut. Harapannya, dengan adanya pemain baru, masyarakat akan memiliki alternatif lain.

“Syarat dipermudah atau diperingan sehingga pelaku usaha baru bisa masuk. Ada pemain baru jadi masyarakat ada pilihan,” ujarnya.***

Bagikan: