Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 18.2 ° C

BNI Gunakan Rp3,75 Trilun dari Laba untuk Membagi Dividen, Pemerintah Dapatkan 60%

Satrio Widianto
ILUSTRASI pertumbuhan laba.*/CANVA
ILUSTRASI pertumbuhan laba.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyetujui penggunaan laba bersih 2018 sebesar Rp15,02 triliun, yaitu untuk dividen sebesar 25% dari laba bersih atau sebesar Rp3,75  triliun. Dividen yang menjadi bagian pemerintah atas kepemilikan 60% saham akan disetorkan langsung ke rekening kas negara. 

"Direksi perseroan, dengan hak substitusi, akan menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen tahun buku 2018 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebesar 75% dari laba bersih atau Rp11,26 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan," kata Dirut BNI, Achmad Baiquni, usai RUPS Tahun Buku 2018, di Jakarta, Senin, 13 Mei 2019.

Perubahan direksi dan komisaris BNI juga disetujui dalam RUPS

RUPS itu juga menyetujui perubahan nomenklatur direksi dan perubahan susunan pengurus perseroan. Di antaranya Direktur Bisnis Korporasi, Direktur Bisnis Konsumer, Direktur  Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Jaringan, Direktur Tresuri dan Internasional, dan Direktur Keuangan. Selain itu, ada pula Direktur Teknologi Informasi dan Operaso, Direktur Hubungan Kelembagaan, Direktur Manajemen Risiko, dan Direktur Human Capital dan Kepatuhan.

Dalam RUPS tersebut, pemegang saham juga sepakat memberhentikan Wahyu Kuncoro dan Bistok Simbolon sebagai Komisaris Bank BNI. Keduanya diberhentikan dengan hormat seiring berakhirnya masa jabatan atau sudah lima tahun menjabat sebagai komisaris.

"Menyetujui dan mengangkat Saudara Hambra sebagai Wakil Komisaris Utama terhitung sejak ditutupnya RUPS hari ini. Menyetujui dan mengangkat saudari Ratih Nurdiati sebagai Komisaris terhitung sejak ditutupnya RUPS hari ini," ujar Baiquni.

Baiquni mengatakan, RUPS juga menyetujui pengesahan laporan keuangan pelaksanaan program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku 2018. BNI juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada segenap anggota direksi dan anggota dewan komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2018.***

Bagikan: