Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 19.9 ° C

8.265 Ton Bawang Putih Masuk Indonesia, Harga Harusnya Murah

Yulistyne Kasumaningrum
ILUSTRASI bawang putih.*/ DOK.PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI bawang putih.*/ DOK.PIKIRAN RAKYAT

BANDUNG, (PR).- Kementrian Perdagangan memastikan stok bawang putih tercukupi dan siap melakukan stabilisasi harga atau operasi pasar (OP) kapan pun dibutuhkan. Hingga 8 Mei 2019 bawang putih yang masuk ke Indonesia sebanyak 8.265 ton dan akan langsung disalurkan ke jaringan distributor masing-masing importir untuk mempercepat proses distribusi ke pasar rakyat. Selain itu saat ini telah diterbitkan surat perintah impor (SPI) kepada delapan importir dengan jumlah rencana impor sebanyak 115.765 ton.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Indrasari Wisnu Wardana mengatakan untuk menstabilikan harga bawang putih pihaknya siap menggelontorkan komoditas tersebut ke pasaran. Dengan demikian diharapkan harga komoditas bawang putih ini bisa kembali ke kondisi normal atau dikisaran Rp 30.000 per kilogram. 

"Melalui OP ini, bawang putih dijual dengan harga Rp 25.000/kg di tingkat pedagang dan diharapkan sampai ke tingkat konsumen dijual dengan harga Rp30.000/kg. Kemendag akan terus menggelar OP hingga harga bawang putih stabil," ujar Wisnu saat OP bawang putih, di Pasar Kosambi, Bandung, Jumat 10 Mei 2019. OP digelar di Pasar Kosambi, Pasar Baru, dan Pasar Astana Anyar di Bandung. Pada OP kali ini, Kemendag total menggelontorkan bawang putih sebanyak 8 ton dan dijual di harga Rp25.000 perkilogram dengan minimal pembelian 20 kilogram. 

Sebelumnya, pada 18 April 2019 lalu Kemendag telah berkoordinasi dengan importir bawang putih dan Pemerintah Provinsi untuk melaksanakan OP di wilayah yang mengalami kenaikan harga signifikan dengan harga sekitar Rp 20.000/kg di tingkat pedagang dan sekitar Rp30.000 di tingkat konsumen. Tercatat hingga 7 Mei 2019, bawang putih yang telah digelontorkan mencapai 375,8 ton di 13 Propinsi yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Riau, Jambi, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Kalimantan Timur. 

Rapat koordinasi

Lebih lanjut untuk menstabilkan harga bawang putih di ritel modern, kemendag telah melaksanakan rapat koordinasi bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) di Jakarta pada Rabu 8 Mei 2019.  Pada rapat koordinasi tersebut telah disepakati beberapa hal, yakni APRINDO sebagai pemimpin harga di tingkat ritel diminta menyediakan bawang putih dengan harga Rp35.000/kg di tingkat konsumen. 

“Komoditas ini juga masuk ke ritel. Mulai hari ini harga bawang putih di ritel diangka Rp 35.000 per kilogram. Kemudian jumlah bawang putih yang akan disalurkan importir ke ritel modern pada Mei dan Juni 2019 masing-masing 500 ton,” katanya. 

Kepala Disperindag Jabar Moh. Arifin Soedjayana mengatakan untuk menstabilkan harga bawang putih, OP yang digelar memang menyasar para pedagang. Diharapkan langkah tersebut cukup efektif untuk menurunkan harga komoditas tersebut yang selama beberapa waktu terakhir mengalami lonjakan harga.

“Kita tidak ingin membuat pasar di depan pasar. Oleh karena itu tidak dijual secara eceran. Namun untuk eceran cukup banyak kegiatan bazaar atau pasar murah yang digelar oleh banyak komoditas sehingga masyarakat bisa membelinya secara eceran dikegiatan tersebut,” katanya.*** 

Bagikan: