Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 23.6 ° C

Tol Cisumdawu dan Bocimi Masih Menarik Investasi di Jabar

Yulistyne Kasumaningrum
PROYEK pembangunan infrastruktur seperti jalan tol Cisumdawu masih menarik investasi di Jabar.*/DOK. PR
PROYEK pembangunan infrastruktur seperti jalan tol Cisumdawu masih menarik investasi di Jabar.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Bank Indonesia mencatat ada sejumlah hal yang harus diperhatikan terkait perkembangan ekonomi Jawa Barat kedepan. Meski diperkirakan ekonomi wilayah ini pada tahun 2019 masih tumbuh kuat, namun ada beberapa hal yang harus dicermati.

Beberapa hal tersebut di antaranya potensi melambatnya ekonomi negara mitra dagang utama dan volume perdagangan dunia yang diperkirakan akan menahan laju ekspor Jabar. Selain itu, adanya kecenderungan investor untuk bersikap wait and see pada tahun politik sehingga berpotensi menahan investasi khususnya dari swasta. 

“Mencermati masih tingginya faktor ketidakpastian, Bank Indonesia senantiasa berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi yang diyakini menjadi dasar dalam menopang kesinambungan pertumbuhan ekonomi,” ujar Kepala Grup Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar, Pribadi Santoso melalui keterangan yang diterima “PR” Online, Rabu 8 Mei 2019.

Selain itu, lanjutnya, bauran kebijakan Bank Indonesia, pemerintah, dan otoritas terkait juga akan senantiasa diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Ke depan, KPw BI Provinsi Jabar memperkirakan ekonomi Jawa Barat tahun 2019 masih tumbuh kuat namun ada hal-hal yang harus dicermati,” ucapnya.

Terkait dengan capaian perekonomian Jabar pada triwulan I-2019, Pribadi mengatakan pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan I-2019 tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun terakhir (2014 – 2018) yakni sebesar 5,19% (yoy). Meski diakui capaian triwulan I-2019 tersebut melambat dibandingkan dengan triwulan IV 2018 (5,50%, yoy). “Pertumbuhan ekonomi Jabar juga masih lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan nasional 5,07% (yoy)” tuturnya.

Ia menjelaskan dari sisi permintaan, motor pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan I-2019 adalah konsumsi rumah tangga dan dan investasi. Konsumsi rumah tangga tetap kuat dan cenderung meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan dan peningkatan jumlah KPM Bansos di Jawa Barat. 

“Selain itu masih berlanjutnya pembangunan infrastruktur strategis di Jabar seperti Pelabuhan Patimban, Tol Bocimi, Tol Cisumdawu dan Tol Jakarta-Cikampek Elevated II mendorong peningkatan investasi,” katanya.

Dari sisi lapangan usaha, peningkatan kinerja lapangan usaha  industri pengolahan, perdagangan, konstruksi serta informasi dan komunikasi seiring dengan peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi periode tersebut.

Di sisi lain, melambatnya kinerja ekonomi triwulan I 2019 didorong oleh melemahnya pertumbuhan konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT), konsumsi pemerintah, ekspor, serta kenaikan impor. 

“Melambatnya pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang utama dan pola seasonal konsumsi pemerintah yang cenderung rendah pada triwulan I-2019 menjadi beberapa faktor yang melatarbelakangi perlambatan. Selain itu, pergeseran panen raya ke awal triwulan II 2019 serta melambatnya lapangan usaha administrasi pemerintahan juga menjadi faktor pendorong perlambatan,” ujarnya. *** 
 

Bagikan: