Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Akui Kekurangan Lahan Pengeringan Jagung

Handri Handriansyah
Jagung/ANTARA
Jagung/ANTARA

SOREANG, (PR).- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengakui bahwa salah satu permasalahan utama budidaya jagung hibrida di wilayahnya adalah minimnya lahan pengeringan.

Hal itu tak jarang membuat kadar air jagung pipil hasil panen para petani tak memenuhi standar yang disyaratkan oleh industri.

Menurut Tisna, saat ini rata-rata kadar air jagung petani Kabupaten Bandung berkisar antara 14-15 persen. Padahal, sesuai standar, kadar air yang baik maksimal sampai 12 persen.

Dinas Pertanian sampai saat ini belum bisa mengalokasikan anggaran untuk penyediaan lahan pengeringan. Soalnya, Dana Alokasi Khusus lebih banyak digunakan untuk pembangunan jaringan irigasi, jalan usaha tani, dan program infrastruktur pendukung lain.

Jagung/ANTARA

Tisna mengatakan, dia sempat memberikan solusi dengan bantuan alat pengering guna mengatasi minimnya lahan pengeringan tersebut. Namun kenyataannya, penggunaan alat pengering tersebut sulit diterapkan.

”Kendalanya adalah biaya operasional alat pengering ternyata tinggi karena membutuhkan solar dan listrik. Jadi, justru tidak efisien untuk operasional petani,” kata Tisna saat ditemui di Soreang, Rabu 8 Mei 2019.

Bekerja sama dengan LIPI

Kondisi itu diperparah harga jual jagung di tingkat petani yang jarang mencapai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.150 per kilogram.

Dengan harga jual Rp 1.500-2.000 per kilogram, petani pun malas untuk mengeringkan jagung sampai kadar air yang ideal.

Meski demikian, saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Bandung tengah menjalin kerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Rencananya, LIPI akan memberikan bantuan alat pengering yang berbahan bakar alami seperti tongkol jagung sehingga tidak memerlukan biaya tinggi dalam pengoperasiannya.

Hal itu diharapkan bisa menjadi solusi untuk menyelamatkan hasil panen jagung petani Kabupaten Bandung yang saat ini terus digenjot oleh pemerintah pusat dalam rangka swasembada.

Pada 2019, total produksi jagung Kabupaten Bandung sejak Januari sudah mencapai 56.836 ton dari total luas panen 8.206 hektare.***

Bagikan: