Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya cerah, 27 ° C

PGN Targetkan 4,7 Jaringan Gas Rumah Tangga

Irwan Natsir

MENTERI ESDM Ignasius Jonan (kiri) meninjau rumah warga di Perumahan Puri Nirwana 3 yang dipasang jaringan gas rumah tangga usai acara peresmian 5.120 jaringan gas di Cibinong Kab. Bogor.*/IRWAN NATSIR/PR
MENTERI ESDM Ignasius Jonan (kiri) meninjau rumah warga di Perumahan Puri Nirwana 3 yang dipasang jaringan gas rumah tangga usai acara peresmian 5.120 jaringan gas di Cibinong Kab. Bogor.*/IRWAN NATSIR/PR

CIBINONG,(PR).- Perusahaan Gas Negara (PGN)  fokus mengembangkan infrastruktur jaringan gas rumah tangga (jargas), sesuai amanah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendristribusian Gas Bumi melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil. 

Untuk  Kab. Bogor sendiri saat ini sudah terpasang sebanyak  9.120 jargas. Pemasangan dilakukan dua tahap yakni  pemasangan tahap pertama tahun 2012 sebanyak 4.000 jargas  dan pemasangan tahap kedua tahun 2018 sebanyak 5.120 jargas.

Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama dalam keterangannya yang diterima “PR” Online Senin 6 Mei 2019. Menurutnya, PGN telah menyatakan kesiapannya mengemban tugas negara tersebut, terlebih kini berstatus sebagai Sub Holding Gas. 

“PGN telah menyiapkan proposal untuk program pengembangan Jargas tersebut. Sesuai target tambahan sebanyak 4,7 juta sambungan baru sampai dengan tahun 2025. Hal ini sesuai  dengan rencana Kementerian ESDM,” ujarnya.

Untuk wilayah Kab. Bogor sampai sekarang jaringan gas yang sudah dipasang yaitu  di Kecamatan Cibinong dan Kec. Bojonggede. Sebanyak 4.000 jargas di pasang tahun 2012 yakni di  Kec. Cibinong yaitu di Kelurahan Harapan Jaya, Kelurahan Tengah dan Kelurahan Sukahati. Sedangkan 5.120 jargas lagi di pasang tahun 2018  di  Kec. Cibinong  yakni di Kelurahan Karadenan sebanyak 1.268 jargas,  di Kelurahan Sukahati sebanyak 748 jargas. Kemudian di kecamatan Bojong Gede  di desa Bojonggede sebanyak 1.466  jargas, di  desa Kedung Waringin 720  jargas dan di  Kelurahan Bojongbaru sebanyak 928 jargas.

Saat ini, kata Rachmat Hutama,  PGN  telah menyalurkan  gas bumi kepada 1.77.710 pelanggan rumah tangga di seluruh Indonesia dalam bentuk jaringan gas (jargas)  rumah tangga. Pelanggan gas bumi PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Jawa Barat,  Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta,  Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat.

Semakin agresif

Menurut Rachmat Hutama, tahun 2018, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 2.456 km dan saat ini mencapai lebih dari 9.909 km atau setara dengan 95%dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional. “ Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik,1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN,” katanya.

PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan  pemanfaatan produksi gas nasional.Saat ini, PGN juga telah mengelola dan menyalurkan gas bumi untuk sektor transportasi melalui 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU). Selain itu, untuk menunjang penyaluran serta kehandalan jaringan dan pasokan gas ke Pelanggan, PGN juga mengoperasikan 2 Floating Storage Regasification Unit (FSRU) yakni di Jawa Barat dan Lampung.

Rachmat Hutama mengatakan,  tahun ini, PGN juga banyak melakukan terobosan seperti program 360 degree solution. Dalam program ini, PGN dapat menghadirkan gas bumi dari hulu hingga hilir sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai segmen pengguna gas.

"Investasi infrastruktur pipa gas bumi yang dibangun PGN hampir seluruhnya tidak mengandalkan APBN, sehingga tidak membebani negara. Dan, PGN terus berkomitmen memperluas pemanfaatan gas bumi dengan membangun infrastruktur gas bumi di berbagai daerah," ungkap Rachmat.

Sejumlah proyek infrastruktur sedang digarap PGN, mulai dari proyek pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 km termasuk pipa distribusi gas di Dumai sepanjang 56 km. Selain itu, PGN juga sedang menggarap proyek pipa di Purwakarta-Subang dan Jargas Kota di Dumai, Karawang, Purwakarta, Cirebon, Bojonegoro, Lamongan, Pasuruan, Probolinggo, Kutai Kartanegara, Banggai, Aceh Utara, Palembang, Jambi, Depok, Bekasi, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto dan Kabupaten Wajo.

"PGN terus berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional, walau di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik," kata Rachmat.***

Bagikan: