Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Dari Usaha Kolang-Kaling, Uhen Bisa Mengurangi Pengangguran

Tim Pikiran Rakyat
PERAJIN kolang-kaling, Uhen kebanjiran order pesanan dari luar kota.*/ADE TAUFIK/KABAR BANTEN
PERAJIN kolang-kaling, Uhen kebanjiran order pesanan dari luar kota.*/ADE TAUFIK/KABAR BANTEN

PANDEGLANG, (PR).- Pagi-pagi sekali Uhen Suhendi pergi ke kebun. Sesampainya di kebun, satu persatu anak tangga yang terbuat dari bambu Ia panjat untuk sampai ke puncak pohon aren dan memetik buahnya.

Setiap pagi, sebelum mengolah buah aren menjadi kolang-kaling aktivitas Uhen memang seperti itu. Buah aren yang sudah dipetik, kemudian ia rebus di dalam sebuah drum di atas tungku untuk menghilangkan getah.

Selanjutnya, buah kolang-kaling direndam selama tiga hari sebelum dipipihkan untuk mendapatkan tekstur kenyalnya. Sebelum dijual kolang-kaling juga direndam selama dua hari.

Terletak di Kampung Katumbiri, Desa Katumbiri, Kecamatan Cigeulis Uhen bersama istrinya sudah 16 tahun menekuni usaha olahan buah aren, berbekal keberanian ia mencoba mengubah nasib yang pada waktu itu masih menganggur.

Ketika menjelang bulan suci Ramadan, bisnis yang ia tekuni selama bertahun-tahun itu mulai dibanjiri order dari berbagai daerah luar Banten seperti Jakarta dan Bogor. Pelanggan tetapnya itu, sudah beberapa kali meminta Uhen agar menyiapkan kolang-kaling hingga berton-ton.

"Sekitar 16 tahunan lah usaha ini. Awalnya dijual gitu saja di depan rumah, tapi sekarang banyak yang memesan dari luar daerah," katanya kepada wartawan Kabar Banten, Ade Taufik, Minggu 5 Mei 2019.

Ia menuturkan, untuk pemesan di daerah lokal, hanya berkisar puluhan kilo, sedangkan pesanan luar daerah mencapai satu ton.

"Kalau pesanan dalam daerah biasanya cuma 20 sampai 50 kilogram, kalau luar daerah mencapai 2 kuintal sampai 3 ton," katanya.

Banyaknya permintaan pasar membuat produksi kolang-kaling menjelang Bulan Ramadan meningkat cukup pesat, sehingga mampu mengurangi pengangguran di daerahnya.

"Banyak yang pesan kolang-kaling, jadi produksinya banyak, terus tetangga yang nganggur bisa kebagian sedikit rezeki (kerjaan) lah," ujarnya.

Berkat kesuksesannya mengolah kolang-kaling, warga Kampung Katumbiri satu persatu mengikuti jejaknya. Setidaknya di Kampung tersebut sudah ada 3 pengelola makanan khas ramadhan itu.

"Di sini ada 3 (pengelola) awalnya saya yang ajak. Kata saya sudahlah usaha ini saja dari pada menganggur," ucapnya.***

Bagikan: