Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Cerah berkabut, 25.1 ° C

Pedagang Merasa Dirugikan Terkait Isu Beredarnya Sprin

Tim Pikiran Rakyat
DINAS Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Badak Pandeglang, untuk menindaklanjuti isu beredarnya sprin.*/ADE TAUFIK/KABAR BANTEN
DINAS Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Badak Pandeglang, untuk menindaklanjuti isu beredarnya sprin.*/ADE TAUFIK/KABAR BANTEN

PANDEGLANG, (PR).- Para pedagang daging di Pasar Badak Pandeglang merasakan dirugikan dengan beredarnya penjualan sprin (kikil dari limbah). Mereka menegaskan tidak pernah menjual sprin dan menyebutnya kikil. Semua kikil yang dijual di Pasar Badak asli.

"Mungkin saja di tempat lain ada yang menjual sprin dan menyebutnya sebagai kikil. Itu tentu saja merugikan pembeli karena sprin harganya lebih murah dari kikil. Kalau di Pasar Badak, bisa dicek langsung, semua kikil yang dijual pedagang, kualitasnya sangat bagus. Isu penjualan sprin di Pasar Badak berdampak buruk bagi pedagang," ujar seorang pedagang Tubagus Roy, Sabtu 4 Mei 2019.

Ros menegaskan, selain tidak menjual sprin, pedagang di Pasar Badak juga dengan mencampur formalin kepada kikil. Kulit kikil asli didatangkan dari tempat jagal. Wajar jika kemudian harga jual kiki di Pasar Badak agak tinggi, karena kualitasnya bagus.

Roy menduga, untuk peredaran kikil yang diduga dari limbah kulit (sprin), datang dari daerah lain. Biasanya sprin didatangkan dan beredarnya pada jam malam, mulai dari pukul 10.00 malam sampai subuh.

"Kalau sprin itu kan bukan dari daerah Pandeglang, itu dari daerah yang banyak industri, datang ke Pandeglang itu pada jam jagal (malam hari). Yang belinya itu biasanya pemilik warteg kecil, baluk (pedagang sayur kampung), saya khawatir itu berbahaya," ucapnya kepada wartawan Kabar Banten, Ade Taufik. 

Sidak pangan

Seiring beredarnya isu penjualan sprin, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Badak Pandeglang. Sidak pangan yang dilakukan di pasar badak Pandeglang tersebut meliputi pemeriksaan daging ayam, kerbau, sapi, kulit (kikil) serta usus.

Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Distanak Pandeglang, Suprihatiningsih mengatakan, sidak ini dilakukan untuk mengecek ketersediaan daging, harga, tes formalin serta tes campuran daging babi.

"Kami melakukan sidak untuk cek ketersediaan pangan, serta tes campuran babi dan formalin pada daging," ucap Suprihatiningsih.

Ia mengatakan, dalam sidak pangan tersebut, terdapat beberapa keluhan dan laporan, salah satunya terdapat peredaran kikil yang diduga berasal dari limbah kulit yang dikirim dari luar daerah.

"Iya betul ada laporan seperti itu, hanya saja kita harus tindaklanjuti, kita tadi membawa sampelnya untuk diuji lab, apakah kikil tersebut berbahaya atau tidak, apakah memiliki kandungan formalin atau tidak, kalau laporan tadi kan itu baru sepihak menurut mereka," tuturnya.

Menurutnya, selain memantau kualitas daging, harga daging, juga untuk memantau kandungan yang ada di daging tersebut serta pengolahannya.

"Kalau untuk dugaan kikil dari limbah yang disebut sprin tersebut, tentunya kita harus pastikan terlebih dahulu agar tidak keliru. Maka dari itu dengan adanya sidak pangan atau daging ini kan kita bisa tahu informasi di pasar, kita juga bisa memantau perkembangan harga dan kualitasnya," tuturnya.***

Bagikan: