Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Sedikit awan, 20.5 ° C

Beras dan Daging Sapi Laris, Bawang Putih tidak Dijual

Kodar Solihat

SUASANA penjualan daging pada bazar di halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Privinsi Jawa Barat, di Jalan Dago Atas, Bandung, Jumat, 5 Mei 2019.*/KODAR SOLIHAT/PR
SUASANA penjualan daging pada bazar di halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Privinsi Jawa Barat, di Jalan Dago Atas, Bandung, Jumat, 5 Mei 2019.*/KODAR SOLIHAT/PR

BANDUNG, (PR).- Komoditas daging sapi dan beras menjadi favorit yang diminati kalangan ibu rumah tangga, untuk persiapan munggah Ramadan 1440H/2019. Gambaran itu tampak saat digelarnya bazar yang dilakukan di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat serta Dinas Tanamangan Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, di Bandung, Jumat 3 Mei 2019.

Dari pengamatan, pada masing-masing kedua bazar itu, tempat penjualan daging sapi dan beras menjadi paling dipadati konsumen terutama dari lingkungan pemukiman Jalan Dago Atas dan sekitaran Jalan Surapati. Apalagi, harga daging sapi dan beras berkualitas bagus, dijual dengan harga di bawah harga pasar, sehingga stoknya menjadi cepat habis. 

Harga pangan yang ditawarkan, untuk daging sapi antara Rp 85.000 s.d 100.000 (tergantung  jenisdan kualitas) dengan perbandingan harga di pasaran sedang Rp 95.000 s.d 120.000/kg, beras premium Rp 8.500/kg (di pasaran produk sejenis Rp 12.000-12.500/kg), dll.

Hanya saja, pada kedua bazar tersebut, tak tampak dijual komoditas bawang putih. Yang cukup banyak dijual adalah sayuran, seperti bawang merah, tomat, kentang, ikan, telur asin, dll.  

Manajer Toko Tani Indonesia Jawa Barat dari DKPP Jawa Barat, Endang Ahmad, mengatakan, saat rapat koordinasi dengan Polda Jawa Barat diperoleh informasi bahwa pasokan bawang putih untuk Jawa Barat, akan mulai masuk pada Senin 6 Mei 2019. Namun sampai saat ini, diketahui bahwa pasokan bawang putih masih sulit diperoleh, sehingga harganya di pasaran memang sedang mahal. 

Disebutkan, bahwa penyelenggaraan bazaar banyak mendapat respon masyarakat umum, yang banyak meminta agar digelar, misalnya sampai diselenggarakan di Ibun dan Majalaya, Kabupaten Bandung. Bahkan bazaar di Ibun atas permintaan camat setempat, dimana sejumlah produk pangan seperti beras, daging, dll, juga laris terjual apalagi harganya di bawah harga pasar.

Begitu pula koordinator bazaar di Dinas Tanaman pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Wandi, yang menunjukan penjualan sudah habis dibeli para konsumen hanya dalam tempo dua jam. Kebanyakan, beras-beras yang laris diminati konsumen adalah premium dikemas ukuran 5 kilogram.

Tampak pula, dilakukan koordinasi saling mendukung pemenuhan pasokan beras bazaar di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat itu terjalin koordinasi khususnya untuk Toko Tani Indonesia.***

Bagikan: