Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Umumnya berawan, 24.6 ° C

Tol Cileunyi, Garut, dan Tasikmalaya Masuk Lelang Investasi

Tim Pikiran Rakyat
OBJEK wisata pantai Pangandaran mulai dikunjungi wisatawan dari kalangan menengah ke atas.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN
OBJEK wisata pantai Pangandaran mulai dikunjungi wisatawan dari kalangan menengah ke atas.*/AGUS KUSNADI/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN, (PR).- Pemerintah Jawa Barat sedang mendorong bagaiman caranya wisatawan menengah atas jumlahnya bisa meningkat lagi dalam kunjungan ke sejumlah objek wisata. Salah satu upaya itu, yakni mewujudkan pembangunan jalan tol Cileunyi, Garut dan Tasikmalaya.

"Nah dari hasil studi sekarang bukan dari Cileunyi tetapi dari Gede Bage, Majalaya, Garut, Kab Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar. Jadi sampai ke Banjar," ucap Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa saat berkunjung ke Pangandaran.

Jalan tol sepanjang 126 kilometer tersebut, kata Iwa, sekarang sedang dilakukan lelang investasi. Hal itu ditempuh, kata Iwa, karena apabila mengandalkan dari APBN atau APBD itu anggarannya tidak ada.

"Maka polanya melalui lelang investasi, hasil koordinasi dengan pihak Kementerian PUPR lelang investasi dilakukan pada April hingga September tahun ini. Anggarannya lumayan tinggi diperkirakan mencapai 41 triliun atau 1,5 dari APBD nya provinsi jadi sangat luar biasa karena jalan tol akan dilanjutkan ke Cilacap Jawa Tengah hingga 186 kilometer," ujar Iwa.

"Apabila pembangunan jalan tol ini di dukung oleh masyarakat khususnya di 10 kabupaten/kota di Priangan maka investor akan masuk dan jalan tol bisa cepat selesai," katanya.

Menurut Iwa, dengan adanya jalan tol, perjalanan dari Bandung ke Banjar bisa mencapai sektar dua jam dan ke Pangandaran tiga jam.

"Kalau perjalanan ke Pangandaran bisa ditempuh di bawah tiga jam insya Allah wisatawan menengah ke atas dipastikan akan datang ke Pangandaran, dan ini berita baik untuk masyarakat Pangandaran termasuk masyarakat di Jabar Selatan bisa menjadi pelaku usaha untuk meningkatkan kesejahteraan," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Agus Kusnadi. 

Begitu juga dengan pengembangan bandara Nusawiru, kata Iwa, pemerintah provinsi sudah melakukan pembebasan lahan sekitar 50 hektar, sehingga dengan demikian untuk memperluas dan memperpanjang runway bisa dilakukan sehingga pesawat berbadan lebar bisa masuk ke bandara Nusawiru.

"Nah sekarang kita sedang merancang membuat FS, sehingga melalu FS itu kita bisa sounding market atau perkenalkan pasar untuk melakukan apakah itu melalui lelang investasi bekerjasama dengan potensial buyer asing," ujarnya.

Harapannya ke depan menurut Iwa yaitu ada pontensial buyer yang bukan hanya membangun kawasan pariwisata atau pengembangan bandara tetapi diharapkan juga ada sekolah-sekolah penerbangan di Pangandaran.

"Ada sekolah pilot dan sekolah yang menyangkut keteknisan dengan ke Dirgantaraan di bandara Nusawiru Pangandaran," pungkasnya.***

Bagikan: