Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 21.7 ° C

Aplikasi Peminjaman Uang Modal KTP, Memangnya Aman?

Advertorial
Ilustrasi.*/DOK.KREDIVO
Ilustrasi.*/DOK.KREDIVO

APLIKASI peminjaman uang online yang belakangan populer memang memberikan banyak kemudahan. Bagaimana tidak? Dulu, peminjam di kredit konvensional seperti bank harus melewati banyak proses yang memakan waktu lama. Kini, melalui layanan kredit online, proses peminjaman uang hanya membutuhkan jaminan KTP, dan proses persetujuannya pun instan.

Namun, tentu saja ada beberapa risiko yang harus kamu ketahui di balik kemudahan tersebut. Apa saja?

Maraknya aplikasi peminjaman uang ilegal 

Seperti yang kita tahu, segala sesuatunya sudah didigitalisasi beberapa tahun belakangan ini. Makin banyak hal yang dulunya sulit menjadi mudah. Tak terkecuali dalam hal peminjaman dana. Dahulu untuk meminjam dana seseorang orang wajib untuk datang ke bank, melengkapi syarat dan hal-hal lainnya yang sangat panjang, termasuk melalui proses survei. Namun, saat ini hal ini sudah dipermudah dengan adanya aplikasi online.

Belum lagi dengan banyaknya permintaan dari masyarakat, aplikasi peminjaman uang online yang muncul pun semakin tidak terhitung jumlahnya. Hampir semua dari aplikasi pinjaman online ini menawarkan proses peminjaman uang yang mudah sehingga banyak orang tertarik. Sayangnya, dari sekian banyak aplikasi tidak semua merupakan aplikasi yang aman untuk digunakan. Ada banyak yang tidak aman dan bahkan merugikan ketika digunakan.

Bahkan tak sedikit pemberitaan di media tentang korban pinjaman online, mulai dari diteror, diancam akan dibunuh, bahkan lebih menyedihkannya lagi, ada korban yang sampai bunuh diri karena depresi. Kasus-kasus ini pun kemudian merebak dan membuat OJK makin giat mengingatkan masyarakat untuk menggunakan jasa pinjaman online yang tepercaya dan sudah terdaftar secara resmi.

Risiko menggunakan aplikasi peminjaman uang online

Seperti yang telah disebutkan di atas, OJK sudah mewanti-wanti masyarakat untuk hanya menggunakan kredit online yang terdaftar secara resmi di situs mereka. Sebab, ada banyak sekali risiko yang bisa kamu dapatkan ketika menggunakan kredit online ilegal, di antaranya:

- Akses terhadap data pribadi

Akses data nasabah itu pasti dilakukan semua layanan pinjaman online karena proses verifikasi dilakukan via online. Di awal proses pengajuan pasti tiap aplikasi akan meminta persetujuan nasabah untuk akses data. Jika nasabah memberikan izin, otomatis sistem aplikasi bisa membaca data pribadi di dalam HP nasabah. Jadi, hal ini adalah hal yang wajar.

Yang salah adalah jika pinjaman online menyebarluaskan data-data tersebut, atau melakukan penagihan dengan cara tanpa etika, misalnya seperti menghubungi orang-orang yang ada di kontak telepon dan mempermalukan nasabah. Maka dari itu, kamu harus jeli memilih aplikasi pinjaman online yang bisa melindungi semua data pribadimu dengan sistem aman. Seperti Kredivo, yang melindungi data pribadi nasabah dengan sistem enkripsi setara bank. Jadi, semua datamu dijamin aman. 

- Bunga lebih besar dibandingkan kredit konvensional

Untuk lembaga resmi seperti bank, pemerintah sudah menetapkan aturan bunga pinjaman, yaitu maksimal 3% per bulan. Tapi, berhubung pinjaman online adalah hal yang baru, pemerintah belum punya aturan baku tentang besaran bunga. Inilah yang membuat banyak aplikasi abal-abal mematok bunga yang tinggi, bahkan bisa mencapai 1% per hari.

Kalau kamu menemukan aplikasi yang bunganya tak wajar seperti ini, sebaiknya urungkan niat untuk pinjam uang di sana. Cari aplikasi pinjaman online lain yang memberikan bunga wajar. Misalnya Kredivo, yang memberikan bunga tak jauh dari layanan kredit bank, hanya 2,95% per bulan.

Pentingnya menggunakan aplikasi keuangan yang legal

Dari informasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pinjaman online ilegal memiliki banyak risiko. Untuk itu, penting sekali menggunakan aplikasi pinjaman online yang legal dan terjamin keamanannya. Sebelum memilih, cek dulu nama dari aplikasi tersebut, apakah sudah terdaftar di situs resmi OJK? Apabila iya, maka kamu bisa melanjutkan proses pinjaman.***
 

Bagikan: