Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Langit umumnya cerah, 19.6 ° C

Indonesia Islamic Economy Festival: Membidik Generasi Milenial, Melambungkan Gaya Hidup Halal

Okky Ardiansyah
INDONESIA Islamic Economy Festival 2019 yang digelar oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di Kota Bandung, Jumat 26 April 2019.*/DOK. KNKS
INDONESIA Islamic Economy Festival 2019 yang digelar oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di Kota Bandung, Jumat 26 April 2019.*/DOK. KNKS

GAYA hidup halal di era milenial merupakan kunci untuk mempercepat, memperluas, dan meningkatkan pengembangan keuangan syariah Islam demi menopang pembangunan ekonomi nasional. Namun, melambungkan pamor gaya hidup halal bukan hal yang mudah. 

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, mentransfer pengetahuan konsep gaya hidup halal atau ekonomi syariah merupakan hal yang sulit. Maka itu, diperlukan strategi jitu.

Salah satu cara yang diambil Bambang adalah dengan memperkenalkan ekonomi syariah sebagai etical economy. Ekonomi etika, kata Bambang, merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang menjunjung tinggi etika dan tanggung jawab.

“Pendekatan yang namanya etical ekonomi. Kita tentunya yakin para milenial ingin melakukan kegiatan ekonomi sekarang atau masa depan dengan tetap memegang etika,” kata Bambang dalam acara Indonesia Islamic Economy Festival 2019 yang digelar oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di Kota Bandung, Jumat 26 April 2019.

INDONESIA Islamic Economy Festival 2019 yang digelar oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di Kota Bandung, Jumat 26 April 2019.*/DOK. KNKS

Kepala Bappenas itu mencontohkan bagaimana kegiatan konsumsi makanan yang bertanggung jawab tidak meninggalkan sampah makanan atau kemubaziran. Menurut dia, kemubaziran bukan hanya dilihat dair efisiensi, tetapi juga etika.

Terasa lebih nahas, kata Bambang, Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di dunia justru menjadi penyumbang sampah makanan terbesar kedua. Hal itu menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang lupa soal etika berkonsumsi. 

“Kita lihat yang namanaya ekonomi etika sangat cocok dengan ekonomi syariah ataupun halal lifestyle,” ucapnya.

Selain itu, Bambang berharap generasi milenial di Indonesia tak hanya menjadi konsumen dalam kegiatan ekonomi syariah, tetapi juga menjadi produsen. Ia meminta kepada generasi milenial untuk jeli melihat peluang yang ada. 

“Yang lebih penting ada keinginan menjadi bagian dari pelaku, menjadi produsen. Karena Indonesia jadi konsumen dalam halal ekonomi ini, padahal kita kuat diproduksi,” katanya.

INDONESIA Islamic Economy Festival 2019 yang digelar oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di Kota Bandung, Jumat 26 April 2019.*/DOK. KNKS

“Kalangan milenial tak hanya jadi konsumen yang baik, tetapi juga melihat peluang untuk menjadi produsen. Jangan sampai perkembangan syariah kita ini tak sama dengan di belahan dunia lain,” lanjutnya.

Apa yang diucapkan Bambang tak lepas dari perputaran uang gaya hidup halal yang mencapai 2,1 triliun dollar pada 2017. Jumlah tersebut akan terus tumbuh dan pada 2023 diperkirakan perputaran uang gaya hidup halal menyentuh 3 triliun dollar. 

Pertumbuhan tersebut tak lepas dari peningkatan jumlah penduduk muslim di dunia yang mencapai 1,84 miliar orang pada 2017. Dan pada 2023 diperkirakan akan terus meningkat hingga 27,5 persen dari total populasi di dunia.***

Bagikan: