Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 19.9 ° C

Edutainment Syariah Bukti Industri Halal Punya Potensi Besar di Indonesia

Okky Ardiansyah
ACARA  Indonesia Islamic Economy Festival 2019 di The Trans Luxury Hotel Bandung, Jumat 26 April 2019.*/DOK.KNKS
ACARA Indonesia Islamic Economy Festival 2019 di The Trans Luxury Hotel Bandung, Jumat 26 April 2019.*/DOK.KNKS

DIREKTUR Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Afdhal Aliasar, paham betul bahwa potensi industri halal di Indonesia tergolong besar. Tak cuma dari sektor pariwisata maupun fesyen, tetapi juga sektor edukasi entertainment.

Guna memperlihatkan potensi industri halal di Indonesia, KNKS mendatangkan beberapa pelaku industri kreatif syariah untuk mentransferkan pengalaman dalam Indonesia Islamic Economy Festival 2019 di The Trans Luxury Hotel Bandung, Jumat 26 April 2019. 

“Kami melihat piloting dari beberapa industri halal, kami ingin ini dimulai dulu. Ada yang memberi contoh dan itu kemudian terasa di masyarakat. Di edutainment kelihatan ada yang menonjol. Jadi, event ini menginspirasi kepada yang lain,” kata Afdhal Aliasar. 

Salah satu pegiat industri kreatif syariah yang didatangkan KNKS adalah Nussa Official. Nussa Official merupakan akun YouTube yang tayangan animasi dengan konten berisi nilai-nilai keislaman maupun nilai-nilai baik yang hidup di masyarakat. 

ACARA  Indonesia Islamic Economy Festival 2019 di The Trans Luxury Hotel Bandung, Jumat 26 April 2019.*/DOK.KNKS

Menurut Afdhal Aliasar, kehadiran Nussa Official bisa menginspirasi atau bahkan rujukan bagi masyarakat luas agar berani masuk ke ranah industri kreatif syariah. Dari Nussa Official juga, Afdhal Aliasar melihat betapa besarnya potensi edutainment syariah di Indonesia. 

“Tadi pagi ada Nussa. Nussa kan dua tahun yang lalu, siapa yang tahu Nussa. Atau, terkenalnya baru-baru saja. Baru setahun ini. Bagaimana mereka mulai berproses. Itu menjadi inspirasi bagi yang lain,” ucapnya.

“Kami melihat potensinya sangat besar. Bakat kreativitas sangat besar. KNKS itu ingin bibit-bibit yang bermunculan itu kita jaga mereka, sehingga mereka bisnisnya bisa benar-benar tumbuh secara digital,” lanjutnya. 

Pendiri Nussa Official, Yuda Wirafianto, mengatakan bahwa perusahaannya ingin melakukan terobosan termuktahir. Ia mengingikan Nussa Official bisa menjadi animasi atau bahkan idola baru bagi anak-anak. 

“Ada keresahan nilai dan normasi animasi dari luar negeri tidak cocok, padahal konsumennya anak-anak. Akhirnya, kami berpikir untuk bikin konten yang safety. Bukan hanya aman, tetapi juga mendidik dengan cara yang fun,” ucap Yuda Wirafianto. 

Yuda Wirafianto tak menampik bahwa untuk merealisasikan tujuannya bukanlah hal yang mudah. Ia mesti memperhitungkan konten dengan sematang mungkin dan melambungkan kualitas serta kredibilitas melalui pengemasan yang baik.

Jangan sampai, kata Yuda Wirafianto, tayangan animasi dengan nilai-nilai keislaman tak laku dipasaran karena kualitasnya. Apalagi, hiburan secara islami belum mempunyai daya tarik untuk menarik minat masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. 

“Kami (Indonesia merupakan) umat muslim nomor satu terbanyak di dunia. Namun, secara hiburan, kita belum islami. Persepsinya terhadap hiburan belum islami karena kontennya belum cukup untuk etertainment,” katanya. 

INDONESIA Islamic Economy Festival 2019 yang digelar oleh Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di Kota Bandung, Jumat 26 April 2019.*/DOK. KNKS

“Untuk melakukan itu, pertama, kita harus mencoba untuk mengejar standar kualitas yang serupa. Jangan sampai kita membuat konten yang islami dan mendidik, tetapi kualitasnya kurang bisa diterima. Atau daya tarik entertainmentnya kurang menarik. Kita sebagai industri melihat apa yang disukai hari ini, kita tingkat kualitas, dan ubah arah kontennya,” tambahnya. 

Selain itu, Yuda Wirafianto berharap dengan adanya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia, pamor industri kreatif syariah bisa melambung. Terlebih, kata dia, semua produk yang halal merupakan produk terbaik yang diciptakan oleh produsen. 

“Kalau ini menjadi gerakan yang didukung pemerintah, pegiat pasti akan naik. Karena gaya hidup halal itu menuntut kita untuk berbuat yang terbaik,” tutupnya.***

Bagikan: