Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 18 ° C

Tak Kunjung Kondusif, Menko Darmin Diminta Ambil Alih Penanganan Harga Tiket Pesawat

Tia Dwitiani Komalasari
Petugas bandara memandu pesawat udara setelah mendarati di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis (24/1/2019). Data PT Angkasa Pura II, sejak kenaikan harga tiket dan pemberlakuan bagasi berbayar, jumlah penumpang pesawat udara di bandara tersebut berkurang hingga 3.000 orang per hari, bahkan 467 penerbangan dibatalkan sejak tanggal 1 hingga 21 Januari 2019 akibat sepi penumpang.*/ANTARA
Petugas bandara memandu pesawat udara setelah mendarati di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis (24/1/2019). Data PT Angkasa Pura II, sejak kenaikan harga tiket dan pemberlakuan bagasi berbayar, jumlah penumpang pesawat udara di bandara tersebut berkurang hingga 3.000 orang per hari, bahkan 467 penerbangan dibatalkan sejak tanggal 1 hingga 21 Januari 2019 akibat sepi penumpang.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Menteri‎ Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk melakukan intervensi terhadap penanganan harga tiket pesawat. Sebab hingga mendekati momen lebaran, tarif tiket pesawat dianggap belum kondusif.

"Saya sudah sampaikan melalui rakor persiapan Ramadan. Pak Menko sudah sepakat untuk mengambil bagian dalam hal ini‎," ujar dia usai melakukan Rapat Koordinasi Ramadhan di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis, 25 April 2019. Ia rapat bersama Menteri Pertanian, Amran Sulaiman; Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita; Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko; dan perwakilan kementerian atau lembaga terkait.

Menurut Budi, Darmin memiliki wewenang untuk mengambil alih masalah tiket pesawat. Terlebih harga tiket belum stabil saat menjelang mudik lebaran.

Dia mengatakan, ‎pengendalian harga tiket pesawat juga perlu dilakukan karena dirasa sudah membebani konsumen dan sektor pariwisata. Untuk itu, Pemerintah akan melakukan rapat lanjutan antara Menko Perekonomian, Menteri Perhubungan, dan pihak Maskapai Penerbangan untuk membahas kebijakan tarif udara.

Menteri Koordinator ‎Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan perlu ada aturan yang jelas mengenai batas atas dan bawah harga tiket pesawat. Dengan demikian, masakapi pesawat mematuhi peraturan tersebut. Darmin mengatakan, pihaknya akan memanggil Kementrian BUMN dan Garuda Inonesia pekan depan.

"Karena biasanya‎ jelang Idul Fitri dia naik lagi. Ini perlu diselesaikan agar tidak berdampak pada inflasi,"ujar dia.

Harga pangan

Selain tiket pesawat, rapat koordinasi tersebut juga membicarakan pengendalian harga pangan, infrastruktur transportasi serta angkutan penumpang, dan evaluasi kesiapan distribusi bahan bakar minyak (BBM).

Darmin berharap, Bulog menjaga ketersedian stok dan stabilisasi beberapa harga pangan seperti beras, minyak goreng, daging, gula dan bawang merah, bawang putih, serta cabai merah. Bulog juga diharapkan mengambil peran dalam menstabilkan harga, namun dengan tetap memperhatikan kepentingan dua sisi baik produsen maupun konsumen. 

Selain itu, Darmin mengatakan, Bulog juga perlu memperhatikan pembangunan gudang-gudang baik di daerah yang surplus maupun defisit. Dengan demikian, harga bisa dikendalikan di tingkat konsumen tanpa mengorbankan produsen.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), M Fanshurullah Asa menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk tahun 2019 ini.  Posko nasional tersebut yang akan berkoordinasi dengan stakeholders bidang Energi dan berkomunikasi dengan petugas lapangan dan badan usaha. 

Menurut dia, stok BBM dan LPG masih dalam batas aman dan terkendali. “Secara keseluruhan, kesiapan sektor ESDM aman dan terkendali. Mulai dari stok BBM Pertamina dan badan usaha lain, stok LPG, maupun kondisi kelistrikan,” tuturnya.‎***

Bagikan: