Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Mengais Rezeki dari Kue Kering

Tim Pikiran Rakyat
PRODUKSI kue kering kini semakin meningkat, seiring permintaan yang banyk menjelang Ramadan dan Idulfitri.*/ADE BAYU INDRA/PR
PRODUKSI kue kering kini semakin meningkat, seiring permintaan yang banyk menjelang Ramadan dan Idulfitri.*/ADE BAYU INDRA/PR

MENJELANG Ramadan dan Idulfitri, salah satu kebutuhan yang mengalami lonjakan permintaan, yakni aneka kue kering. Makanan ringan itu, dianggap cocok untuk cemilan seusai buka puasa. Sebagai suguhan di hari raya lebaran pun, kue kering menjadi favorit semua orang.

Melihat kondisi seperti itu, biasanya bermunculan pedagang dan perajin musiman. Karena menjanjikan keuntungan yang lumayan, banyak industri rumahan dadakan yang dipelopiri kaum emak-emak. Bermodal keterampilan dan aneka resep, mereka memproduksi kue kering dalam jumlah yang cukup banyak.

Pemasarannya bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa lewat pertemanan, menyasar anggota arisan, sejawat di kantor, atau komunitas. Pemasaran semacam itu kadang lebih mengena. Tiap dijajakan, langsung diminati pembeli. Selain rasa saling bantu, faktor harga yang relatif murah jadi penentu.

Tapi ada juga pemasaran dengan membuka lapak. Biasanya pedagang dadakan ini muncul di pinggir-pinggir jalan. Mereka mencari tempat-tempat strategis. Ada saja pengguna jalan raya yang tertarik dan mampir. Transaksi jual beli kadang suka mengejutkan. Tidak satu atau dua toples, tapi suka memborong dalam kardus.

Demikian tradisi musiman menjelang Ramadan dan Lebaran, selalu berulang tiap tahun. Para perajin kue kering selalu mengais rezeki. Di antara mereka ada yang lanjut meneruskan usahanya. Sebagian lain cukup memperoleh keuntungan setahun sekali.

Usaha mereka seperti tidak ada matinya. Padahal, pasar-pasar swalayan pun gencar menawarkan makanan sejenis. Bahkan dengan iming-iming harganya berdiskon. Namun, untuk makanan kadang ada urusan selera. Hal itulah yang tidak dipaksakan.

Maka, penjualan kue kering tetap laku. Apalagi permintaan selalu tinggi. Berapa pun jumlah produksi, pada akhirnya akan habis terjual. Para perajin dan pedagang kue kering pun makin kreatif.

Mulai dari bentuk hingga kemasan, belakangan makin menarik. Mengikuti perkembangan zaman. Kalau meminjam istilah anak muda sekarang, kue kering sekarang bentuknya makin kekinian. Omong-omong, sekarang sudah pesan kue kering?(teks Anwar Effendi, foto Ade Bayu Indra)***

Bagikan: