Pikiran Rakyat
USD Jual 14.540,00 Beli 14.240,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Pemerintah Dukung Transportasi Umum Bertenaga Listrik

Satrio Widianto
MOBIL listrik mengisi daya di garasi parkir di University of California, Irvine 26 Januari 2015.*/REUTERS
MOBIL listrik mengisi daya di garasi parkir di University of California, Irvine 26 Januari 2015.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Era mobil listrik untuk transportasi umum telah dimulai. Pemanfaatan mobil listrik untuk transportasi umum tentu saja mendukung pelestarian lingkungan seperti mengurangi emisi gas buang.

Menko Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan, menyatakan, ia bangga dengan keberanian anak bangsa yang memulai penggunaan mobil bertenaga listrik untuk transportasi umum. Pernyataan itu diungkapkan menyusul diluncurkannya 29 mobil jenis itu untuk taksi oleh Blue Bird Group.

Perusahaan itu berencana mengoperasikan 200 mobil listrik hingga tahun 2020. Dengan begitu, mereka mengklaim bisa menghilangkan 434,095 kg emisi CO2 (karbon dioksida) atau konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 1.898.182 liter.

“Saya senang dan bangga sekali melihat ini, sebab ini suatu karya anak bangsa yang berani maju dan memulai dalam penggunaan mobil listrik untuk transportasi umum. Kalau ada yang berani ambil risiko itu hebat. Yang lebih hebat lagi mereka juga bersedia masuk ke industri mobil listriknya," kata Luhut di Jakarta, Senin, 22 April 2019.

Ia mengatakan, ada pula tawaran dari berbagai negara untuk mentransfer teknologi. Indonesia sudah memiliki produksi baterai lithiumnya sehingga nantinya Indonesia juga akan menjadi pemain global. Pada peluncuran itu, hadir pula Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Terkait rancangan Peraturan Presiden tentang kendaraan listrik, menurut Luhut, hal itu sudah diajukan kepada Presiden untuk ditandatangani. “Perpres hari ini sudah diajukan ke Presiden, saya berharap bulan ini atau paling lambat awal bulan depan sudah terbit,” ucapnya.

Pemerintah mendorong dengan sediakan fasilitas untuk transportasi umum bertenaga listrik

Mobil Listrik.*/SATRIO WIDIANTO/PR

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menyatakan,pemerintah berkomitmen untuk memberikan segala kemudahan guna kelancaran operasional transportasi umum bertenaga listrik. Di antaranya, pemerintah mendorong kepada korporasi untuk menyediakan charging station (tempat pengisian listrik) di fasilitas publik.

“Saya akan endorse kepada korporasi untuk menyediakan, semisal di Bandara atau fasilitas publik lainnya. Untuk tariff, nanti silahkan kita hitung kembali. Intinya saya sangat mengapresiasi kepada pihak Bluebird,” katanya.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, juga mengatakan, pihaknya akan lebih mendorong PT PLN untuk menyediakan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). "Sementara ini sudah 1.600 SPLU yang dibangun di Indonesia, dan tahun ini minimal ada 2.000 SPLU terutama di Jabodetabek,” ujarnya.

Setelah menargetkan ketersediaan 200 unit pada 2020, Blue Bird group akan menambah 2.000 unit mobil listrik pada periode tahun 2020-2025. Hal itu akan mampu menghilangkan 21.704.760 kg emisi CO2 atau setara dengan konsumsi BBM sebanyak 94.909.091 liter.  

Direktur PT Blue Bird Tbk, Andrianto Djokosoetono, menyatakan, pengoperasian mobil listrik ini bisa memberikan nilai tambah di sektor lainnya. Mobil listrik yang diluncurkan  itu juga digadang akan membantu menghijaukan lingkungan.  Pada kesempatan itu, Blue Bird meresmikan pemakaian mobil listrik dengan tipe BYD e6 A/T jenis MPV sebanyak 25 unit dan Tesla Model X 75D A/T jenis sedan sebanyak 4 unit.

Sustainability merupakan fokus bisnis Blue Bird. Pengoperasian taksi mobil listrik ini selain mendukung pelestarian lingkungan juga mendukung program ketahanan dan bauran energi nasional, program pengurangan penggunaan dan subsidi BBM serta program pengurangan emisi gas buang yang dilaksanakan pemerintah,” ujarnya.***

Bagikan: