Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Badai petir, 28 ° C

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Jabar Meningkat 16,4%

Yulistyne Kasumaningrum
WISATAWAN tengah melakukan body rafting di obyek wisata sungai Santirah yang berada di Desa Selasari Parigi Pangandaran, Jumat, 21 Desember 2018./AGUS KUSNADI/KP
WISATAWAN tengah melakukan body rafting di obyek wisata sungai Santirah yang berada di Desa Selasari Parigi Pangandaran, Jumat, 21 Desember 2018./AGUS KUSNADI/KP

BANDUNG, (PR).- Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Barat pada dua bulan pertama tahun 2019 mencapai 27.701 orang atau naik 16,4% dibandingkan periode yang sama 2018. Peningkatan tersebut disumbang oleh naiknya jumlah wisman asal Singapura, Jepang, dan Tiongkok.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar pada Januari-Februari 2018, jumlah wisman yang berkunjung ke Jabar melalui Bandara Husein Sastranegara dan Pelabuhan Muarajati Cirebon mencapai 23.790 orang. Jumlah tersebut pun naik bila dibandingkan periode yang sama pada 2017 yang mencapai 21.955 orang.

Berdasarkan asal negara, wisman asal Malaysia merupakan penyumbang kunjungan wisatawan terbesar ke Jabar. Selama Januari-Februari 2019, kunjungan wisman asal negeri jiran itu mencapai 18.636 orang. Jumlah tersebut terus menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang tercatat 16.724 orang dan 15.164 orang pada 2017.

Kepala BPS Jawa Barat, Dody Herlando, mengatakan, perkembangan kunjungan wisatawan asing ke Jabar terus menunjukkan perkembangan positif. Akan tetapi, jika melihat potensi yang dimiliki, angka kunjungan wisman ke Tatar Priangan masih sangat berpeluang untuk ditingkatkan.

“Tentunya perlu ada koordinasi dengan berbagai pihak dengan menyinergikan berbagai atraksi wisata, termasuk dengan menghadirkan beragam atraksi wisata untuk memperkuat apa yang sudah ada saat ini, seperti kuliner, belanja, dan wisata alam,” ujarnya, di Bandung, belum lama ini.

LOKASI Karapyak Glamping yang berada di Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran sangat menarik bari wisatawan.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN

Tingkat penghunian kamar hotel terus menurun

Ia menambahkan, kendati dari sisi kunjungan wisatawan asing menunjukkan tren positif, Dody menyoroti masalah tingkat keterisian kamar hotel di Jabar yang sejak awal tahun 2019 terus menurun. Berdasarkan data BPS tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jawa Barat pada Februari 2019 mencapai 48,08%. Angka tersebut turun 3,37 poin dibandingkan TPK Januari 2019 yang mencapai 51,45. 

Bahkan, jika dibandingkan akhir tahun lalu, TPK hotel di Jabar terus menurun.  Pada Desember 2018, TPK hotel di Jabar sebesar 60,92%.  Begitu pula bila dibandingkan periode yang sama (Februari) tahun lalu yang mencapai 53,47%. “Tingkat penghunian kamar hotel bintang maupun nonbintang mengalami penurunan,” kata Dody.

Dipaparkannya, TPK hotel bintang pada Februari 2019 sebesar 51,57 persen. Turun 2,76 poin dibandingkan TPK Januari 2019 yang mencapai 54,33 persen. Sementara TPK tertinggi menurut kelas hotel bintang pada Februari 2019 tercatat pada hotel bintang 5 sebesar 67,21 persen, sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel bintang 1 sebesar 34,97 persen.

Kondisi hotel nonbintang di Jabar pun semakin menurun tercatat pada Februari 2019 sebesar 32,48 persen, turun 4,24 poin dibandingkan Januari 2019 yang tercatat 36,72 persen. “Hal ini harus menjadi perhatian, khususnya kondisi bagi hotel nonbintang. Harus dicari apa yang menjadi penyebab dan bagaimana upaya untuk meningkatkan kembali TPK dari hotel nonbintang ini,” katanya.***

Bagikan: