Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 18 ° C

Harga Bawang Putih Operasi Pasar Rp 20 Ribu/Kg

Tia Dwitiani Komalasari
ILUSTRASI bawang putih.*/DOK PR
ILUSTRASI bawang putih.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Kementrian Perdagangan me‎ngadakan operasi pasar bawang putih untuk menekan kenaikan harga komoditas tersebut. Operasi pasar ini akan dilakukan terutama pada daerah-daerah yang kenaikan harga bawang putihnya cukup tinggi.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan Tjahja Widajanti‎ mengatakan harga bawang putih dalam operasi pasar tersebut dijual Rp 20 ribu per kg. "Selanjutnya di tingkat end user diperkirakan akan dijual Rp 30-32 ribu per kg. Biasanya di ritel modern itu jadinya Rp 35 ribu per kg, tapi itu kan udah bersih, tidak kotor seperti ini," ujar dia di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Kamis 18 April 2019.

‎Dia mengatakan, operasi pasar tersebut telah dimulai. Operasi pasar ini akan terus dilakukan setiap hari hingga harga stabil.

Menurut Tjahja, operasi pasar dilakukan atas kerja sama dengan importir bawang putih. Sebab, sebanyak 95 persen pasokan bawang putih di Indonesia masih impor dari luar negeri. 

"Mudah-mudahan besok sudah mulai bisa turun harganya. Memang (penurunannya) tidak langsung drop, tapi bertahap," katanya.

Menurut Tjahja, tahun ini impor bawang putih memang belum dilakukan. Sebab,berdasarkan perhitungannya, stok impor tahun lalu masih tersedia sekitar 100 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumen per bulannya rata-rata mencapai 30 ribu ton.

Meskipun demikian, ‎dia mengakui stok narang tersebut saat ini semakin menipis. Hal itu menimbulkan gejolak sehingga harga bawang putih sempat menyentuh Rp 45 ribu per kg.

Dia berharap harga bawang putih akan turun jelang bulan Ramadan dan lebaran. Meskipun demikian,‎ Kementrian Perdagangan akan melakukan operasi pasar khusus jika harga bawang masih tinggi di bulan Ramadhan. 

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementrian Perdagangan mengatakan‎ pihaknya segera mengeluarkan izin impor bawang putih untuk tujuh perusahaan. Awalnya ada delapan perusahaan yang mengajukan rekomendasi impor produk hortikultura. "Namun yang dianggap lengkap persyaratannya dan akan mendapat izin impor hanya tujuh perusahaan," ucap dia. 

Meskipun demikian, Oke belum bisa memberikan keterangan perusahaan mana saja yang diberikan ijin impor dan juga kuotanya. Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa ijin impor tersebut hinga saat ini belum diberikan untuk Badan Urusan Logistik.

Oke menambahkan, dirinya juga tidak bisa memastikan kapan perusahaan yang mendapatkan ijin tersebut akan melakukan impor.‎ "Intinya kami sudah meminta mereka untuk melaporkan kapan masuk dan melalui pelabuhan mana," pungkasnya.***

Bagikan: