Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Langit umumnya cerah, 18 ° C

Usai Pencoblosan, Pengusaha Kembali Bergeliat Menyiapkan Kebutuhan Masyarakat untuk Ramadan dan Lebaran

Yulistyne Kasumaningrum
KERAMAIAN pembeli memilih pakaian di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, 10 April 2019.*/ANTARA FOTO
KERAMAIAN pembeli memilih pakaian di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, 10 April 2019.*/ANTARA FOTO

BANDUNG, (PR).- Pemungutan suara sudah usai, dunia usaha akan kembali bergeliat mempersiapkan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Meski saat ini semua lapisan masayarakat masih berkonsentrasi pada pemilihan umum 2019, namun industri sudah mulai sedikit demi sedikit memenuhi target produksinya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Dedy Widjaja, menuturkan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, ada sedikit perbedaan pada aktivitas yang dilakukan baik pemerintah maupun swasta. Perhatian pada kebutuhan Lebaran agak dikesampingkan karena hampir seluruh masyarakat fokus pada gelaran demokrasi.

“Semua konsentrasinya ke Pileg dan Pilpres, begitu juga pengusaha, meski sudah ada yang siap-siap seperti pabrik tekstil untuk persiapan baju lebaran. Ini yang sudah rutin,” katanya di Bandung, Rabu, 17 April 2019.

Akan tetapi, meski sudah bersiap-siap, Dedy menuturkan, persiapan yang dilakukan belum optimal karena masih menunggu pelaksanaan pesta demokrasi. Ia memperkirakan setelah pemungutan suara dilakukan, roda produksi industri akan lebih bergeliat.

“Sekarang sudah mulai dikerjakan, tetapi pengusaha belum berani jor-joran karena memang masih ada tenggat waktu sekitar 1,5 bulan sebelum lebaran,” katanya.

ILUSTRASI penjualan kerudung jelang Lebaran.*/ANTARAFOTO

Pengusaha tetap optimistis dengan permintaan jelang Lebaran

Disinggung mengenai prediksi permintaan saat lebaran pada tahun ini, Dedy mengatakan, para pengusaha akan selalu optimistis. Permintaan dari masyarakat pada momen keagamaan tersebut pasti akan meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Kendati demikian, jika dibandingkan dengan permintaan pada tahun sebelumnya, Dedy menuturkan, ia belum dapat berbicara banyak. Ia masih kesulitan memprediksi, tetapi paling tidak ia meyakini permintaan pada tahun ini tidak akan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jika kita bandingkan tahun lalu masih belum kelihatan. Kemungkinan akhir bulan ini baru tampak karena memang semua belum konsentrasi. Industri hanya menunggu tanggal mainnya saja,” ucapnya.

Berdasarkan pola historis yang ada, permintaan masyarakat akan meningkat tajam pada saat momen Ramadan dan Idulfitri. Pada periode tersebut, umumnya kinerja industri akan mencapai titik tertinggi dalam kurun waktu periode satu tahun.

“Kita harapkan perkembangannya akan positif. Tapi kemungkinan akan tetap, tidak terlalu jauh dibandingkan tahun kemarin,” kata Dedy.***

Bagikan: