Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 22.8 ° C

Jangan Mudah Tergiur Iklan Jasa Keuangan

Tia Dwitiani Komalasari
null
null

?JAKARTA, (PR).- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi iklan jasa keuangan yang beredar di masyarakat. Iklan jasa keuangan tersebut bisa dihentikan OJK jika tidak memenuhi pedoman akurat, jelas, jujur, dan tidak menyesatkan.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK?, Sarjito, mengatakan pengawasan iklan jasa keuangan diatur salam Undang-undang OJK bab 6 pasal 28. "Dalam hal ini OJK tidak hanya mengawasi kesehatan dari lembaga jasa keuangan namun juga perilakunya. Hal itu termasuk perlindungan pada konsumen," ujar dia di Jakarta, Selasa 16 April 2019.

Dia mengatakan, iklan harus bersifat akurat. Hal itu berarti klaim dalam iklan berdasarkan referensi pihak ketiga yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, iklan tersebut tidak boleh mencantumkan survei yang dilakukan secara internal.

Iklan produk jasa keuangan juga harus jelas dengan menyertakan biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan. Selain itu, iklan jasa keuangan juga harus mencantumkan logo OJK.

"Iklan jasa keuangan harus jujur dengan keadaan sebenarnya. Iklan juga tidak boleh menyesatkan sehingga menimbulkan perbedaan penafsiran antara konsumen dengan lembaga jasa keuangan," ucapnya.

Dia mengatakan, OJK berwenang melakukan tindakan pencegahan kerugian konsumen? terhadap iklan jasa keuangan yang menyesatkan. "Kami juga berhak meinta lembaga jasa keuangan untuk menghentikan kegiatannya apabila kegiatan tersebut berpotensi merugikan masyarakat,"ujarnya.

Dia berharap?, pelaku industri jasa keuangan dapat mematuhi peraturan tersebut. Dengan demikian, jumlah masyarakat yang bermasalah dengan lembaga jasa keuangan bisa berkurang.

"Kami juga mengimbau agar masyarakat lebih teliti sebelum menggunakan produk lembaga jasa keuangan. Dibaca aturan mainnya. Jika ada iklan lembaga jasa keuangan yang menyesatkan, jangan ragu untuk lapor OJK," tuturnya.***
 

Bagikan: