Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Berawan, 22.5 ° C

OJK Komitmen Dorong Pembiayaan Berkelanjutan

Yulistyne Kasumaningrum
ILUSTRASI Otoritas Jasa Keuangan (OJK).*/DOK. KABAR BANTEN
ILUSTRASI Otoritas Jasa Keuangan (OJK).*/DOK. KABAR BANTEN

BANDUNG, (PR).- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong program pengembangan pembiayaan berkelanjutan. Hal itu dimaksudkan untuk mengarahkan pembangunan yang peduli dampak lingkungan dan sosial masyarakat.

Komitmen OJK itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam sambutannya pada Dinner Reception The 6th Sustainable Banking Network (SBN) Global Meeting pada acara Tri Hita Karana Roadmap for Blended Finance yang diselenggarakan oleh OECD dan Trihita Karana di Washington, Amerika Serikat.

"Ini merupakan implementasi dari Komitmen IMF/World Bank Meeting mengenai pengembangan pembiayaan berkelanjutan. OJK akan melakukan Pendalaman Pasar Keuangan melalui penciptaan produk keuangan yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang perhatikan dampak sosial dan lingkungan," kata Wimboh melalui rilis, Senin 15 April 2019.

Dikatakan bagi negara berkembang seperti Indonesia, pembangunan infrastruktur di berbagai daerah merupakan hal penting. Hal itu sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. 

Akan tetapi, pembangunan infrastruktur yang masif tersebut harus memperhatikan dampak lingkungan dan sosial masyarakat agar tidak menimbukan permasalahan sosial di kemudian hari. Oleh karena itu pembangunan infrastruktur suatu negara harus sejalan dengan upaya pencapaian sustainable development goals.

“Industri jasa keuangan memiliki peran penting untuk menyediakan pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui instrumen keuangan berbasis sustainable/green financing, sehingga pembangunan infrastruktur dapat dilakukan dalam koridor ramah lingkungan dan sosial,” katanya.

Regulasi

Dalam konteks pengembangan sustainable finance tersebut, Wimboh mengatakan, OJK dalam tiga tahun terakhir ini telah melakukan berbagai hal. Di antaranya menyusun roadmap sustainable finance, menyediakan kerangka regulasi bagi pembiayaan berkelanjutan, penerbitan green bonds/sukuk, sosialisasi dan peningkatan kapasitas pelaku di industri keuangan dengan dukungan dari International Finance Corporation (IFC) dan Sustainable Banking Network (SBN). Tahun ini IFC berkomitmen untuk masuk pasar green bonds Indonesia senilai 1,5 miliar dolar AS.

Paska pertemuan Tahunan Bank Dunia – IMF di Bali tahun lalu, Indonesia mendapatkan dukungan dari para pemangku kepentingan global untuk mengembangkan program sustainable finance di Indonesia. Dengan dukungan besar dari Tri Hita, Indonesia telah berhasil mendapatkan dana 2,46 miliar dolar AS sebagai komitmen untuk membiayai 31 proyek melalui skema pembiayaan campuran, dari berbagai pemangku kepentingan domestik dan global.

Dalam kunjungan kerjanya ke Washington DC, Wimboh saat seminar "Mobilising Capital for the Oceans: The New Frontier in Natural Infrastructure Investment" mengutarakan pentingnya pembiayaan yang inovatif seperti skema blended finance untuk menutup kekurangan pembiayaan pengembangan ekonomi maritim. OJK akan bersinergi dengan Kementerian dan lembaga terkait termasuk PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dalam mengembangkan skema blended finance melalui platform SDG One.

“Sinergi ini diharapkan dapat membangun ekosistem yang diperlukan dalam pengembangan instrumen keuangan pembiayaan ekonomi maritim yang mampu memberikan manfaat besar bagi perekonomian Indonesia dan upaya mensejahterakan masyarakat yang tetap ramah lingkungan,” katanya.***
 

Bagikan: