Pikiran Rakyat
USD Jual 14.060,00 Beli 14.158,00 | Sebagian cerah, 21.3 ° C

Intermediasi Perbankan di Jawa Barat Membaik

Yulistyne Kasumaningrum
Ilustrasi.*/REUTERS
Ilustrasi.*/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Bank Indonesia mencatat intermediasi perbankan di wilayah Jawa Barat menunjukkan perkembangan positif. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit pada Februari 2019.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Doni P. Joewono memaparkan Penghimpunan DPK di Jabar pada Februari 2019 tumbuh 4,3 persen (yoy). Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan Januari 2019 yang tumbuh 3,3 persen (yoy).

“Peningkatan ini terutama terjadi pada produk deposito dan merupakan perkembangan positif karena mencerminkan peningkatan preferensi masyarakat pada simpanan dengan term yang lebih panjang,” katanya di Bandung, belum lama ini.

Sementara untuk penyaluran kredit, Doni mengatakan, kredit yang disalurkan pada Februari 2019 tumbuh 11,5 persen, atau sedikit lebih tinggi dibandingkan Januari 2019 yang tumbuh 11,3 persen. Peningkatan tersebut terutama didorong naiknya permintaan pada kredit investasi dan kredit konsumsi.

“Pertumbuhan kredit periode ini juga lebih tinggi dibandingkan Februari 2018 yang hanya sebesar 8,4 persen. Di sisi lain, meningkatnya penyaluran kredit ini diikuti dengan kenaikan rasio NPL yang pada Februari 2019 sebesar 2,97 persen, lebih tinggi dibandingkan Januari 2019 sebesar 2,84 persen,” ujarnya.

Tren positif tersebut juga diungkapkan Asisten Manajer Pemasaran Mikro (AMPM) BRI Cabang Bandung Martadinata Adi Rahmat. Diungkapkan tak terpengaruh Pilpres, baik pembiayaan di sektor mikro maupun penghimpunan DPK menunjukkan kinerja yang positif.

Dia memaparkan per 28 Februari 2019 DPK Simpedes di wilayahnya mencapai Rp 325 miliar. Jumlah tersebut naik Rp 21 miliar dibandingkan posisi 31 Agustus 2018 yang berada diangka Rp 304 miliar. Sementara dari sisi pembiayaan, total kredit yang disalurkan per 28 Februari 2019 mencapai Rp 494 miliar. Angka tersebut naik 42 miliar dibandingkan catatan per 31 Agustus 2018 yang berada diangka Rp 452 miliar.

“Sektor mikro sangat baik, permintaannya terus meningkat karena memang diminati masyarakat dan kebutuhannya juga banyak,” ujarnya di sela Gelaran Panen Hadiah Simpedes Periode September 2018-Februar 2019 di Hotel Newton, Bandung.

Adi menuturkan berkaca dari berbagai pengalaman sebelumnya, termasuk saat krisis yang menghantam perekonomian Indonesia, sektor mikro merupakan sektor yang tahan dengan berbagai tekanan. Oleh karena itu, meski ada gelaran politik yang berlangsung selama beberapa waktu terakhir, geliat di sektor tersebut relatif tidak terpengaruh.

“Segmen mikro ini relatif stabil begitupun pascapilpres. Namun, masih mungkin akan lebih bergeliat karena mulai masuk ke persiapan Ramadan dan Lebaran karena biasanya pada saat tersebut dunia usaha akan menambah stok yang dimiliki,” ujarnya.

Sementara itu terkait dengan kegiatan yang dilaksanakan dia mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik bagi nasabah. Salah satunya melalui kegiatan undian Simpedes yang rutin digelar.

“Program ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kami terhadap loyalitas nasabah simpedes yang terus mendukung kemajuan perusahaan. Kami tidak bisa sendiri untuk menuju arah yang lebih baik, dalam proses tersebut masukan dari nasabah sangat berarti,” ujarnya.***

 

Bagikan: