Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Langit umumnya cerah, 16.8 ° C

Tambak Garam di Domas Sangat Potensial, Bisa Kurangi Ketergantungan Impor

Tim Pikiran Rakyat
FOTO ilustrasi tambak garam.*/DINDIN HASANUDIN/KABAR BANTEN
FOTO ilustrasi tambak garam.*/DINDIN HASANUDIN/KABAR BANTEN

SERANG,(PR).- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia akan menambah 20 hektare tambak garam di wilayah Desa Domas, Kecamatan Pontang Kab. Serang. Hal itu dikarenakan tambak garam di wilayah tersebut cukup menjanjikan dan berpotensi memberi sumbangsih terhadap produksi garam nasional.

Sekretaris Desa Domas Kecamatan Pontang Syahroni mengatakan, tambak di wilayahnya terdiri dari tambak garam dan udang. Bahkan yang terbaru mulai mengembangkan udang Vaname. "Belum tahu berapa (luasnya), karena di Domas juga belum ada data baru mulai. Menjanjikan katanya," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin Sabtu 13 Aoril 2019.

Ia mengatakan, selain udang dan bandeng, di wilayahnya juga ada tambak garam yang mulai dikembangkan. Bahkan garam dari wilayah Domas termasuk berkualitas baik. "Kementerian Kelautan (KKP) juga menjanjikan tambak garam 20 hektare untuk Domas saja. Tapi harus jauh dari laut. Katanya sudah ada yang produksi dan bagus tambak garam itu bahkan sudah mulai dijual," tuturnya.

Diungkapkan, pihak kementerian saat ini sudah melakukan pengecekan terhadap 20 hektare lokasi yang akan dijadikan tambak garam tersebut. "Sudah cek lokasi, nanti di cek lagi katanya infonya garam disini bagus," ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo membenarkan adanya rencana pengembangan garam tersebut. "Rencana gitu ada pengembangan. 20 hektare rencananya," ujarnya.

Menurut dia, untuk saat ini lokasi untuk tambak pun sudah dicek bahkan sudah dilakukan beberapa kali kajian. Selain itu pemilik lahan juga sudah dikumpulkan dan telah dilakukan sosialisasi. "Itu untuk percontohan supaya garam berkembang di kita. Kebutuhan garam kita masih jauh dan impor, mudah-mudahan kita bisa kontribusi untuk garam nasional," tuturnya.

Disinggung soal potensi, Harjo mengatakan sangat baik. Sebab air baku garam di wilayah tersebut BE nya sudah 7. Dengan demikian tidak butuh waktu lama untuk menjadi garam. "Itu hasil kajian. Rencananya lokasinya di satu tanah terintegrasi enggak bisa dipecah-pecah. Pembiayaan dari kementerian. Petani hanya lahan dan tenaga," katanya.***
 

Bagikan: