Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Langit umumnya cerah, 17.1 ° C

Mega Proyek Pelabuhan Warnasari Sulit Capai Target

Tim Pikiran Rakyat

ILUSTRASI mega proyek pembangunan Pelabuhan Warnasari.*/KABAR BANTEN
ILUSTRASI mega proyek pembangunan Pelabuhan Warnasari.*/KABAR BANTEN

CILEGON, (PR).- Penyelesaian pembangunan Pelabuhan Warnasari, tampaknya berat. Megaproyek Pemkot Cilegon ini pun sepertinya akan menjadi salah satu target RPJMD 2016-2021 yang tidak akan terselesaikan tepat waktu.

Bahkan Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi mengakui beratnya upaya tersebut. Saat diminta tanggapannya tentang target penyelesaian pembangunan Pelabuhan Warnasari, Edi terkesan pesimistis. “Wah, kalau itu, memang berat,” katanya saat ditemui di DPRD Kota Cilegon, Jumat 12 April 2019.

Terkait target-target RPJMD, Edi mengaku akan lebih fokus pada pembangunan mega proyek lain. Seperti proyek Jalan Lingkar Utara (JLU), pembangunan Gedung Setda Enam Lantai, juga Sport Center. “Paling saya akan fokus pada JLU. Sekarang ini kan tinggal beberapa lahan yang perlu dibebaskan. Setelah itu, lanjut pada pembangunan fisik. Gedung Setda Enam Lantai juga sama, tinggal pelaksanaan. Kalau Sport Center sudah hampir selesai,” ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Sigit Angki Nugraha.

Sementara itu, Plt Direktur Utama (Dirut) PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) Arief Rifai Madawi mengatakan, pembangunan Pelabuhan Warnasari masih dalam proses perizinan. Selain analisa dampak lingkungan (Amdal) yang hampir selesai, perjanjian konsesi pun tinggal menunggu pengesahan dari pemerintah pusat. 

“Sebetulnya kalau dari progres PT PCM, sudah sudah kami lakukan. Untuk Amdal saat ini sedang proses perbaikan dokumen. Itu artinya sudah final, tidak perlu lagi sidang amdal. Begitu juga perjanjian konsesi sudah kami lakukan dengan KSOP. Jadi sekarang tinggal menunggu pengesahan dari pemerintah pusat,” tuturnya.

Terkait pembangunan fisik, Arief mengatakan jika pihaknya tengah menunggu itikad baik dari PT Krakatau Steel (KS). Ini tentang pemberian akses jalan menuju pelabuhan, yang saat ini masih dalam pembahasan. “Kami juga menunggu itikad baik PT KS, agar memberikan akses jalan. Sejak awal, memang sudah ada komitmen antara kami dengan PT KS, terkait akses jalan itu,” ungkapnya.

Jika perizinan dan akses jalan telah selesai, maka pihaknya siap menuju tahap pembangunan infrastruktur. Kata Arief, pihaknya pun tidak membutuhkan persiapan dalam hal kegiatan fisik. “DED sudah ada, tinggal membangun saja. Jadi kalau semua sudah siap, kami pun siap untuk kegiatan fisik,” katanya.***
 

Bagikan: