Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sedikit awan, 25.1 ° C

Jelang Pemilu 2019, Perhatian Investor terhadap Politik dalam Negeri Meningkat

Tia Dwitiani Komalasari
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

JAKARTA, (PR).- Menjelang Pemilu perhatian investor terhadap poliitk dalam negeri meningkat dibandingkan triwulan berikutnya. Sementara kekhawatiran terhadap e‎konomi global mengalami penurunan. 

Kesimpulan tersebut merupakan hasil survei Katadata Insight Center terhadap 255 investor institusi di pasar finansial. Berdasarkan survei pada triwulan I tahun 2019, sebanyak 36 persen investor menganggap politik dalam negeri sebagai faktor resiko terbesar. Angka tersebut naik dibandingkan survey triwulan IV tahun 2018 dimana kekhawatiran terhadap faktor politik dalam negeri hanya mencapai 26 persen. 

"Hasil survei ini menunjukan 36 persen investor institusi menjadikan politik domestik sebagai faktor resiko investasi yang paling dikhawatirkan. Angka ini 10 persen lebih besar dibandingkan triwulan sebelumnya," ujar Panel Ahli Katadata Insight Center, Wahyu Prasetyawan di Jakarta, Kamis, 11 April 2019.

Meskipun menjadi perhatian, Wahyu mengatakan, mayoritas investor tetap menilai kondisi politik dalam negeri stabil. Satu bulan menjelang Pemilu 2019‎, sebanyak 67,1 persen investor menilai kondisi politik dalam negeri masih stabil. Sisanya beranggapan netral (18,8 persen) dan tidak stabil (14,1 persen).

Untuk tiga bulan ke depan, sebanyak 68,2 persen investor menilai kondisi politik akan semakin stabil. Sementara investor yang mem‎ilih netral 22,7 persen dan tidak stabil 9 persen.

Sementara faktor kekhawatiran terhadap ekonomi global mengalami penurunan dari 40 persen menjadi 30 persen. Begitu juga dengan faktor keamanan dalam negeri dari 20 persen menjadi 13 persen.

Menurut Wahyu, menurunnya kekhawatiran pada faktor ekonoi global terjadi setelah Bank Sentral Amerika menunda kenaikan suku bunga. Hal itu juga dipengaruhi oleh meredanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Panel Ahli Katadata Insight Center, Damhuri Nasution‎ ada beberapa pertimbangan kekhawatiran investor terhadap kondisi politik dalam negeri. "Banyak yang menunggu kepastian apakah pemilunya berjalan lancar atau tidak, mentrinya seperti apa nanti?" ujar dia.

Meskipun demikian berdasarkan sejarahnya‎, pemilu di Indonesia belum ada yang menurunkan indeks harga saham gabungan. "Mulai sejak 2004, 2009, 2014, IHSG Desember selalu naik dibandingkan Januari tahun yang sama. Memang ada yang wait and see, tapi tidak sampai menurunkan IHSG," ujar dia.

Damhuri menambahkan, mayoritas investor menilai level IHSG saat ini sesuai dengan nilai fundamentalnya. Dengan deikian, sebagian besar investor menilai pasar saham akan tetap netral dalam tiga bulan ke depan.‎ 

"Survei kami juga menunjukan bahwa para investor berencana akan meningkatkan porsi portofolionya pada instrumen saham dalam kurun wkatu tiga bulan ke depan. Keputusan itu diambil seiring perbaikan ekspektasi ekonomi dan pasar saham,"ujar dia.***

Bagikan: