Pikiran Rakyat
USD Jual 14.616,00 Beli 14.316,00 | Badai petir, 26.4 ° C

BI Minta Segera Tukarkan Uang Lusuh dengan Uang Layak

Eviyanti

ILUSTRASI logo Bank Indonesia.*
ILUSTRASI logo Bank Indonesia.*

PURBALINGGA, (PR).- Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan transaksi nontunai karena lebih aman, kegiatan itu akan meminimalisir uang yang lari ke luar negeri. 

Sebab berdasarkan data BI menyebutkan setiap tahun Indonesia harus membayar puluhan triliun ke penyedia layanan transaksi nontunai. Oleh karena transaksi nontunai harus dibudayakan masyarakat selain tentu saja aman juga untuk meningkatkan  transaksi nontunai dalam negeri.

"Secara tidak langsung mereka ikut mensukseskan pembangunan nasional karena alokasi puluhan triliun yang berpotensi lari ke luar negeri bisa dicegah dan bisa digunakan membangun berbagai hal. Oleh karena itu mari bertransaksi non tunai karena lebih aman, juga  meminimalisir uang palsu," kata Deputi kantor perwakilan BI Purwokerto, Lukman Hakim acara sosialisasi transaksi nontunai dan uang palsu di Pendapa Dipokusumo Purbalingga, akhir pekan lalu

Dirinya menjamin transaksi tunai government to government dan government to public atau sebaliknya tidak akan terganggu selama masa itu. 

Dalam kesempatan tersebut dia menyebutkan,  BI Purwokerto berkeliling ke beberapa tempat seperti Pasar Bobotsari, Segamas dan Kaligondang untuk penukaran uang pecahan dan uang lusuh. Terkait uang lusuh, BI telah berkoordinasi dengan perbankan untuk menyetorkan uang lusuh hasil transaksi dan akan ditukar dengan uang yang layak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan perbankan untuk menukarkan uang lusuhnya kepada kami sehingga kami bisa tukarkan dengan uang yang layak,” tambahnya. 

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dengan peredaran uang palsu yang rawan meningkat saat perhelatan besar selain hari raya yaitu Pemilu.***
 

Bagikan: