Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah berawan, 15.9 ° C

BNI Syariah Perbesar Porsi Pembiayaan Mikro

Yulistyne Kasumaningrum
ILUSTRASI UMKM/KABAR BANTEN
ILUSTRASI UMKM/KABAR BANTEN

BANDUNG, (PR).- BNI Syariah terus memperbesar porsi pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Untuk mendorong agar segmen mikro tumbuh lebih cepat, salah satu bank syariah terbesar di tanah air ini menyiapkan sejumlah strategi diantaranya memperkuat organisasi di segmen tersebut serta menggelar lebih banyak lagi pelatihan terkait UMKM.

“Kami terus mengambil peran untuk mendorong perekonomian dan kesejahateraan umat. Selain dari core bisnis kami, yakni segmen griya. Namun tentu juga porsi UMKM akan terus kita perbesar,” ujar GM Corporate Secretary BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari, saat Bincang bersama Jurnalis Ekonomi Syariah, di Bandung.

Dipaparkan Per Desember 2018, aset BNI Syariah mencapai Rp 41,05 Triliun atau naik 17,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Raihan tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan industri yang naik 12,39 persen. Dari sisi bisnis, BNI Syariah menyalurkan pembiayaan Rp 28,30 Triliun atau naik 19,93 persen yang juga melampaui pertumbuhan industri yang berada diangka 12,95 persen.

Adapun komposisi pembiayaan pada 2018 disumbang segmen konsumer Rp 13,92 Triliun (49,17 persen), diikuti segmen komersial Rp 7,00 Triliun (24,74 persen), segmen Kecil dan Menengah Rp 5,97 Triliun (21,09 persen), segmen Mikro Rp 1,08 Triliun (3,82 persen), dan Hasanah Card Rp 332,69 Miliar (1,18 persen).

“Dalam menyalurkan pembiayaan, kami terus menjaga kualitas pembiayaan. Pada 2018 rasio Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah sebesar 2,93 persen,” katanya.

Untuk meningkat porsi dari segmen UMKM tersebut, Rima mengatakan pihaknya akan memperbanyak pelatihan terkait UMKM, yang rencananya dapat dimulai dari Provinsi Aceh. Selain itu ditambahkannya, BNI Syariah juga pada 2019 akan mulai fokus pada pengembangan ekonomi masjid. Direncanakan, sepanjang 2019 akan ada 2.000 masjid yang akan menjadi sasaran dari pengembangan ekonomi tersebut.

“Strategi ini selain untuk mendorong kinerja perusahaan tetapi juga untuk meningkatkan pansa pasar dari perbankan syariah tanah air yang saat masih dikisaran 5,3 persen,” katanya.

Disinggung mengenai perkembangan kredit masjid sejahtera (mesra) yang merupakan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jabar, Rima mengatakan, pihaknya telah menyalurkan pembiayaan Rp 110 juta terkait program tersebut. Saat ini juga sedang dalam proses untuk penyaluran pembiayaan yang sama dengan jumlah yang relatif besar. “Kami terus menguatkan peran perbankan syariah didalam mendukung perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan kredit mesra merupakan kerjasama antara Pemprov Jabar dengan BNI Syariah. Kerjasama tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengurangi ketimpangan yang masih terjadi di wilayah ini. Disisi lain juga diharapkan juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan penetrasi interaksi dari produk syariah.

Kinerja BNI Syariah pada 2018 mengalami pertumbuhan yang positif. Per Desember 2018, Laba bersih mencapai Rp 416,08 Miliar atau naik 35,67 persen pada periode yang sama di bulan Desember tahun 2017 sebesar Rp 306,69 Miliar. Kenaikan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan, peningkatan fee based, dan rasio dana murah yang optimal.***

Bagikan: