Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Badai petir, 28 ° C

Kandungan Air Tinggi, Harga Gabah Jatuh

Eviyanti
KUALITAS gabah hasil panen raya di musim hujan kurang bagus karena kandungan airnya cukup tinggi.*/EVIYANTI/PR
KUALITAS gabah hasil panen raya di musim hujan kurang bagus karena kandungan airnya cukup tinggi.*/EVIYANTI/PR

BANYUMAS, (PR).- Kualitas gabah hasil panen raya  tahun pertama 2019 rendah. Panen yang berlangsung di tengah musim hujan  menyebabkan kandungan air tinggi. Petani juga menemui kendala dalam proses pengeringan hasil panen karena hujan turun terus menerus.

Rendahnya kualitas gabah hasil panen menyebabkanm harga gabah jatuh,  dibawah ketentuan harga pembelian pemerintah (HPP).   

Hujan dan angin kencang telah menimbulkan banjir dan tanaman padi banyak yang roboh, pertuumbuhan tanaman kurang maksimal. Kondisi demikian menyebabkan kualitas padi menurun. 

Sekretaris Asosiasi Perberasan Banyumas Fatkhurrahman mengatakan, panen raya berlangsung  bersamaan dengan musim penghujan dan angin.

"Banyak tananam  padi siap panen yang roboh sehingga kualitas gabahnya kurang bagus. Apalagi kalau tidak segera dipanen, gabahnya akan berwarna hitam karena terkena lumpur," kata Fatur, Selasa 26 Maret 2019.

Selain itu kondisi cuaca juga menjadi kendala dalam proses pengeringan gabah. Proses pengeringan gabah  membutuhkan waktu yang lebih lama. Kkondisi tersebut berdampak terhadap kualitas gabah karena kadar airnya cukup tinggi sehingga sulit memenuhi kriteria yang ditentukan oleh Bulog.

Dengan kondisi cuaca seperti saat  ini, maka  proses penjemuran bisa memakan waktu sampai satu pekan. Proses pengeringan jika cuaca mendukung hanya memakan waktu tidak sampai tiga hari.

"Tingginya kandungan air menjadi masalah sebab, rendemen gabah yang bisa masuk ke Bulog adalah  14 persen. Dalam kondisi seperti ini, untuk mendapatkan gabah yang benar-benar kering ya susah," ujar Fatkhurrahman.

Panen raya

Fatur yang Menejer KUD Patikraja menambahkah, saat ini sedang berlangsung panen raya. "Hampir menyeluruh seperti di eks Karesidenan Banyumas meliputi lima wilayah kabupaten bagian selatan, yakni Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara  serta eks Wilayah  Pantura Jateng.

Menurutnya,  penurunan harga GKP  saat ini untuk gabah yang kualitasnya kurang bagus sekitar Rp 3.500 per kilogram sedangkan gabah yang bagus berkisar Rp 3.700-Rp 3.800 per kilogram. Padahal harga pembelian pemerintah (HPP) yang berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015, yakni sebesar Rp 3.700 per kilogram.

Hujan deras  sekitar 1054 hektare (ha)  lahan tanaman padi dari total  tanaman  seluas  2.154 ha di Kabupaten Purworejo diterjang banjir bandang. Tanaman tersebut  rusak sehingga terpaksa di panen dini.  

Sementara di Kecamatan Tambak dan Siumpuh hujan juga menyebabkan 576 hektare sawah siap panen di Kecamatan Sumpiuh dan Tambak terendam banjir.  

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Eko Anang mengatakan, panen dini menyebabkan  penurunan hasil sekitar 15-20 %.  Sedangkan  tanaman yang baru berumur 70 hari produktivitas bisa turun 30-70 persen, sedangkan tanaman yang roboh produktivitasnya menurun hingga  50 persen.  Karena sistem perakarannya mengalami kerusakan.***

Bagikan: