Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 21.4 ° C

Kota/Kab. Sukabumi dan Kab. Bandung Belum Terapkan Elektronifikasi

Yulistyne Kasumaningrum

ILUSTRASI logo Bank Indonesia.*
ILUSTRASI logo Bank Indonesia.*

BANDUNG, (PR).- Bank Indonesia terus mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Jawa Barat. Tercatat, dari 27 pemerintah daerah di wilayah ini, tersisa 3 daerah lagi yang belum menerapkan elektronifikasi, yakni Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Bandung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar Doni P. Joewono mengatakan pihaknya sepanjang 2018 ada beberapa program terkait elektronifikasi yang dilakukan pihaknya. Di antaranya: Elektronifikasi Transaksi Pemda (SP2D onliner dan Payrol ASN termasuk BLUD dan BUMD,  Elektronifikasi Bansos Non Tunai, Elektronifikasi Bantuan Operasional Sekolah, dan Elektronifikasi  Transaksi  Non Tunai di Jal Tol (Existing dan Baru). Sedangkan pada 2019, program elektronifikasi akan diperluas. Di antaranya melalui program Elektronifikasi Remitansi dan Transaksi Non Tunai di Desa Wisata.

“Langkah ini dalam rangka mendukung kegiatan ekonomi yang efektif dan efisien serta mendorong keuangan inklusif,” ujarnya saat Konferensi Pers Perkembangan Indikator Makro Terkini Jabar, di Bandung, Senin 25 Maret 2019.

Doni mengungkapkan dengan berbagai upaya dan strategi yang dilakukan, saat ini transaksi non tunai di masyarakat Jabar terus menunjukkan peningkatan. Rata-rata pertumbuhan transaksi non tunai mencapai 15,3% per tahun dengan transaksi terbesar dilakukan menggunakan kartu debet (mencapai 94%).

Namun demikian, Doni mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan transaksi non tunai tersebut salah satunya dilingkungan pemerintah. Apalagi berdasarkan pengalaman yang ia terapkan di Jakarta, elektronifikasi memberikan dampak positif dari sisi pendapatan daerah.

Ia mencontohkan pada area parkir di salah satu jalan, sebelum elektronifikasi pendapatannya masih dikisaran puluhan juta. Namun dengan diterapkannya elektronifikasi pendapatan naik menjadi ratusan juta.

“Selain transaksi pemda, tahun ini untuk Kota Bandung kami juga akan mencoba menerapkan elektronifikasi dari sisi pendapatan. Saat ini memang masih ada tiga lagi pemda yang belum elektronifikasi untuk transaksinya, akan terus didorong,” ucapnya.

Disinggung mengenai transaksi non tunai di desa wisata, Doni mengatakan, pada tahap awal pihaknya akan menerapkan hal tersebut di Tangkuban Perahu dan Kawah Putih. Ia berharap langkah tersebut akan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan PAD dari sektor pariwisata.

Kepala Grup Sistem Pembayaran,  Pengelolaan Uang Rupiah dan SLA Sukarelawati Permana menambahkan untuk elektronifikasi di desa wisata pihaknya akan menyesuaikan denga ketersediaan infrastruktur perbankan. Selain itu, tentunya dengan bekerjasama dengan pihak pengelola dari daerah bersangkutan.

“Kita harapkan, hal ini akan berjalan optimal untuk memberikan dampak yang lebih baik bagi masyarakat dan juga kegiatan ekonomi yang ada,” katanya.***

Bagikan: