Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Langit umumnya cerah, 15.5 ° C

Reformasi dan Reorientasi Koperasi untuk Kaum Milenial

Erwin Kustiman
DISKUSI Panel "Koperasi Zaman Now" dengan subtema "Ekonomi Kolaboratif Menuju Jabar Kahiji" di Gedung Pascasarjana Universitas Sangga Buana YPKP Jalan Surapati 189 Kota Bandung, Sabtu 22 Maret 2019 menampilkan beberapa nara sumber. */ERWIN KUSTIMAN/PR
DISKUSI Panel "Koperasi Zaman Now" dengan subtema "Ekonomi Kolaboratif Menuju Jabar Kahiji" di Gedung Pascasarjana Universitas Sangga Buana YPKP Jalan Surapati 189 Kota Bandung, Sabtu 22 Maret 2019 menampilkan beberapa nara sumber. */ERWIN KUSTIMAN/PR

BANDUNG, (PR).- Dalam empat tahun terakhir ini, Koperasi tengah melakukan reformasi total dengan melakukan reorientasi,  rehabilitasi, dan pengembangan. Hasilnya,  secara makro telah nampak kecenderungan membaiknya indikator-indikator ekonomi seperti kontribusi koperasi pada PDB, rasio kewirausahaan, dan tumbuhnya koperasi berskala besar.

"Namun, yang jauh lebih menggembirakan bahwa dari sisi mikro terdapat kecenderungan tumbuhnya koperasi-koperasi yang lahir dan berkembamg atas dasar kebutuhan kelompok. Mereka bertumbuh atas inisiatislf sendiri dan ini lahir pada kelonpok usia muda (milenial)," demikian disampaikan Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia Rullyy Indrawan yang menjadi pembicara kunci pada Diskusi Panel "Koperasi Zaman Now" dengan subtema "Ekonomi Kolaboratif Menuju Jabar Kahiji" di Gedung Pascasarjana Universitas Sangga Buana YPKP Jalan Surapati 189 Kota Bandung, Sabtu 22 Maret 2019.

Pada sesi panel, tampil sebagai pembicara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jabar Kusmana Hartadji, Ketua DPD KNPI Jabar Rio F Wilantara, Ketua Pengurus KSP-SB Vini Noviani, dan Direktur Pascasarjana USB YPKP Vip Paramarta.

Menurut Rully Indrawan, tumbuhnya kelomopok usaha baru ini memang banyak yang belum sepenuhnya mengikuti tata cara yang  seharusnya di lakukan oleh koperasi, "Misalnya dengan memiliki kepastian status badan hukum. Namun operasional kelompok itu sudah bergerak sebagaimana koperasi lazimnya. Hal ini tentu patut diapresiasi dan diberikan peluang untuk terus tjmbuh dan berkembang," ujarnya.

Ia menegaskan, kecenderungan usaha komunitas anak muda ini perlu dipandu bersama-sama. Maka kemenkop mengajak KNPI, Kadin, Dinas KUK untuk bersama2-sama memelihara semangat ekonomi kolaboratif melalui koperasi dengan memanfaatkan flatform bisnis berbasis IT.

"Jawa Barat harus tampil sebagai pelopor untuk lahirnya koperasi kreasi baru ini. Selain punya keunggulan sejarah, Jabar  juga punya keunggulan SDM dan infrastruktur. Hal ini harus dapat dimanfaatkan benar," ucapnya.

Di sisi lain Wakil Direktur Pascasarjana USB Farida Yuliaty mengungkapkan pihaknya siap menjadi kampus yang dapat mendorong sivitas akademika kampus, khususnya mahasiswa untuk mengembangkan ekonomi kolaboratif dan bersama komponen lain membangun koperasi di era zama now," katanya.

Rio F Wilantara mengatakan perkembangan teknologi yang begitu cepat menjadi tantangan bersama bagi gerakan koperasi di era milenium. "Bagaimana agar anak-anak muda jaman sekarang lebih tertarik berkoperasi daripada menjadi pekerja kantoran atau pegawai negeri yang masuk 'jaman angkatan bapak saya'. Ini menjadi tantangan bagi semua pihak, termasuk organisasi massa kepemudaan yang kini harus berkiprah meniti perkembangan zaman," ucapnya.***

Bagikan: