Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Langit umumnya cerah, 17.1 ° C

Pasokan Berkurang, Harga Bawang Merah Melambung

Nurhandoko
PEDAGANG bawang merah di Pasar Gede Kota Banjar menta barang dagangannya, Kamis 21 Maret 2019. Harga bawang merah sejak dua minggu terkahir melonjak Rp 10.000 per kilogram, menjadi Rp 30.000 per kilogram.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
PEDAGANG bawang merah di Pasar Gede Kota Banjar menta barang dagangannya, Kamis 21 Maret 2019. Harga bawang merah sejak dua minggu terkahir melonjak Rp 10.000 per kilogram, menjadi Rp 30.000 per kilogram.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

BANJAR,(PR).- Harga bawang merah di Kota Banjar melambung hingga Rp 30.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 20.000. Melonjaknya salah satu komoditas pertanian tersebut berlangsung sejak dua minggu lalu, diperkirakan akan terus naik seiring dengan berkurangnya pasokan.

Pantauan di Pasar Gede Kota Banjar, Kamis 21 Maret 2019 sejumlah pedagang tampak membersihkan bawang merah dari kotoran yang melekat. Untuk memertahankan kesegaran sebuah kipas angin yang menyala juga terus diarahkan ke tumpukan bawang merah.

“Sudah dua minggu ini harganya menembus Rp 30.000 per kilogram, sebelumnya hanya Rp 20.000. Bawang putih dan bawang bombay juga naik Rp 5.000 menjadi Rp 30.000,” ungkap Aang, pedagang  bawang merah.

Dia mengungkapkan banyak pembeli yang mengeluh akibat naiknya harga bawang merah.  Umumnya mereka mengurangi pembelian, apabila sebelumnya membeli 1 kilogram, berkurang jadi setengah kilogram. “Harga naik,  penjualan juga berkurang cukup banyak,” katanya.

Aang mengatakan naiknya harga bawang merah, erat kaitannya dengan berkurangnya pasokan. Dalam kondisi normal, dia mendapat pasokan sebanyak 5 ton per minggu, akan tetapi sejak awal bulan Maret turun menjadi 3 ton. Akibat produksi anjlok, pedagang juga harus berebut mendapatkan bawang merah.

Panen berkurang

Menurunnya pasokan, ungkapnya, berhubungan dengan musim hujan. Selama ini pedagang di Kota Banjar mendatangkan bawang merah dari wilayah Losari, Kabupaten Brebes, Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Sedanghkan bawang putih yang dijual merupakan bawang impor.

“Kami mendapat infromasi dari petani dan bandar, pasokan berkurang karena panen berkurang. Hal itu disebabkan karena banyak lahan bawang merah terendam banjir. Selain produksi kurang, kadar air bawang merah juga tinggi, sehingga lebih cepat busuk,” ungkapnya.

Dia mengatakan harga bawang merah yang melambung tinggi, hampir sama kondisinya emoat tahun lalu. Pada saat itu harga bawangmerah juga menembus Rp 30.000 per kilogram. Melonjaknya harga berlangsung pada saat musim hujan.

“Seperti sekarang ini melambungnya harga bawang merah juga terjadi pada musim hujan. Memang saat hujan banyak lahan bawang merah hancur akibat terndam banjir. Kami juga tidak tahu sampai kapan harga akan bertahan tinggi. kalau keinginan pedagang harga tidak terlampau tinggi dan tidak terlampau rendah,” kata Aang.

Pedagang bawang merah lainnya, Kodir juga mengutarakan hal yang sama. Selain pasokan dari bandar berkurang, saat ini penjualan juga menurun. Selama ini bawang asal Pasar Gede Banjar, juga memasok kebutuhan di pasar desa atau kecamatan yang ada di sekitarnya.***

Bagikan: