Pikiran Rakyat
USD Jual 14.301,00 Beli 14.001,00 | Langit umumnya cerah, 17.1 ° C

Grab Akan Patuh pada Aturan Baru Ojek Online

Ai Rika Rachmawati
PERESMIAN "Si Cepot" sebagai Maskot Grab Jawa Barat di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh Kota Bandung, Rabu, 20 Maret 2019. Grab Indonesia menyatakan berkomitmen untuk mematuhi peraturan ojek online yang baru saja diterbitkan pemerintah pada 11 Maret 2019 lalu.*/DOK HUMAS GRAB
PERESMIAN "Si Cepot" sebagai Maskot Grab Jawa Barat di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh Kota Bandung, Rabu, 20 Maret 2019. Grab Indonesia menyatakan berkomitmen untuk mematuhi peraturan ojek online yang baru saja diterbitkan pemerintah pada 11 Maret 2019 lalu.*/DOK HUMAS GRAB

BANDUNG, (PR).- Grab Indonesia menyatakan berkomitmen untuk mematuhi peraturan ojek online yang baru saja diterbitkan pemerintah pada 11 Maret 2019 lalu. Sejauh ini belum ada aspirasi yang disampaikan mitra Grab terkait aturan baru tersebut.

Hal itu diungkapkan Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, pada peresmian "Si Cepot" sebagai Maskot Grab Jawa Barat di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh Kota Bandung, Rabu, 20 Maret 2019. Meski begitu, terkait aturan baru itu, Grab menunggu undangan pemerintah untuk menyosialisasikan aturan tersebut. "Sebagai perusahaan kami akan patuh. Saat ini kami masih menunggu sosialisasi pemerintah," ujarnya.

Segera setelah mendapatkan sosialisaai dari pemerintah, menurut dia, pihaknya akan meneruskannya kepada mitra pengemudi ojek online. Secara paralel, Grab Indonesia juga akan menyerap aspirasi mitra pengemudi. "Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada pemerintah sebagai bahan evaluasi aturan ojek online yang baru diterbitkan," katanya.

Aturan itu menjadi payung hukum ojek online untuk beroperasi. Aturan itu ialah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Salah satu poin dalam aturan itu menyebutkan bahwa pengemudi ojek online dilarang berhenti sembarangan. Pasal 8 poin a Peraturan Menteri Perhubungan itu berbunyi, "Pengemudi harus berhenti, parkir, menaikkan, dan menurunkan penumpang di tempat yang aman dan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas, sesuai dengan peraturan perundang-undangan."

Sementara, terkait tarif yang juga akan diatur pemerintah, Ridzki mengatakan, selama ini pihaknya sudah menerapkan tarif yang sangat dinamis. Menurut dia, tarif Grab selama ini berubah sesuai dengan tingkat permintaan.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa dalam menentukan besaran tarif, pemerintah akan memperhatikan berbagai faktor yang menunjang iklim usaha. Begitu juga dengan aturan lainnya, yang dinilai Ridzki tentu diatur dengan mempertimbangkan faktor keamanan bagi semua pihak, baik pengemudi maupun penumpang.

ILUSTRASI ojek online/DOK. PR

Cepot

Sementara itu, Grab bersama Dinas Pariwisata Jabar meresmikan "Si Cepot" sebagai Maskot Grab Jabar 2019. Selain untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat Jabar, menurut Ridzki, hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan Grab bagi pariwisata Jabar.

"Ini juga sebagai bentuk upaya Grab untuk turut serta melestarikan kebudayaan Jabar. Peluncuran maskot ini juga sebagai rangkaian kampanye Grab Super Juara di Jabar," katanya.

Dipilihnya Cepot, kata dia, karena tokoh tersebut sangat lekat dengan masyarakat Jabar. Ia mengatakan, tokoh Cepot juga dikenal ceria dan sepenuh hati dalam setiap tindakannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari, mengatakan, kerja sama tersebut  dinilai strategis dalam memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki Indonesia, termasuk Kota Bandung. Ia mengatakan harapannya supaya kerjasama tersebut dapat mewujudkan target Pemerintah Kota Bandung sebagai destinasi wisata berbasis budaya dalam lima tahun ke depan.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Hery Antasari, mengapresiasi upaya Grab dalam melestarikan budaya sunda. Namun, ia meminta agar mitra pengemudi selalu tertib, taat kepada lalu lintas, tidak parkir sembarangan, dan menjadi agen safety riding.***

Bagikan: