Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Langit umumnya cerah, 16.8 ° C

Mau Ajukan Pinjaman, Apakah Kondisi Keuanganmu Sudah Cukup Sehat?

Ari Nursanti
ILUSTRASI.*/DOK. KREDIVO
ILUSTRASI.*/DOK. KREDIVO

KEBUTUHAN yang terus bertambah, biaya hidup yang terus meningkat, kerap tak sejalan dengan penghasilan yang stagnan. Ditambah lagi masih ada tujuan finansial lainnya. Untuk bisa memenuhi segala kebutuhan tersebut, mengajukan pinjaman alias berutang kerap dipilih oleh banyak orang.=

Berutang memang tidak dilarang. Sah-sah saja untuk mengajukan pinjaman, asalkan kamu bijak dalam mengelolanya. Penting juga untuk memastikan bahwa kondisi keuanganmu sehat agar utang tak menjadi beban untuk ke depannya. Jika kamu mau berutang, cek dulu sejumlah hal ini untuk memastikan bahwa kondisi keuanganmu memang sudah cukup sehat untuk memiliki utang.

Utang yang diajukan adalah utang produktif

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui tujuanmu dalam berutang. Uuntuk apa uang hasil pinjaman tersebut akan digunakan? Apakah untuk menambah modal bisnis, biaya renovasi rumah, atau biaya pendidikan anak? Artinya, utangmu masuk ke dalam kategori utang produktif.

Utang produktif adalah utang yang nilainya bertumbuh dari waktu ke waktu. Jenis utang ini bukan digunakan untuk berfoya-foya semata, melainkan bisa membantu kamu untuk berinvestasi. Apabila tujuan pinjamanmu masuk ke dalam utang produktif, maka utang tersebut masih terbilang sehat.

Beda halnya dengan utang produktif, nilai utang konsumtif justru akan terus menurun dari waktu ke waktu. Barang yang dibeli dari utang konsumtif tidak mampu menghasilkan uang, sehingga cicilan yang dibayarkan per bulannya justru akan menjadi beban. Misalnya uang hasil peminjaman digunakan untuk membeli smartphone seri terbaru. Apabila utangmu masuk ke dalam kategori konsumtif, sebaiknya urungkan niatmu untuk berutan

Sebab, orang yang memiliki utang konsumtif cenderung lebih berisiko terjerat utang karena dana yang dipinjam tidak mampu menghasilkan uang tambahan untuk membayar cicilan yang masih tersisa.

Jumlah cicilan tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan

Selanjutnya, hitung jumlah cicilan bulanan dari seluruh utangmu.  Setiap bulannya, jumlah alokasi penghasilan untuk membayar cicilan maksimal hanya 30% dari gaji bulanan. Jadi, misalkan gaji sebulan adalah Rp 10 juta, batas maksimal cicilan utang yang ideal adalah sebesar Rp 3 juta per bulan. Alokasi ini adalah untuk semua pembayaran cicilan yang kamu miliki.

Untuk memudahkanmu dalam membayar cicilan, alokasikan penghasilanmu dengan strategi 50-30-10-10. Bagi penghasilanmu ke dalam empat pos pengeluaran. 50% untuk kebutuhan harian (makan, transportasi, tagihan air dan listrik), 30% untuk membayar cicilan (KPR, kredit mobil, kartu kredit, pinjaman fintech), 10% untuk tabungan serta investasi, dan 10% sisanya untuk biaya entertainment. Dengan alokasi tersebut, kamu pun jadi lebih mudah dalam memantau jumlah utang serta pengeluaranmu.

Itu dia yang harus kamu perhatikan sebelum mengajukan utang. Apabila kamu mau mengajukan utang melalui fintech, maka tak kalah penting untuk menghitung secara teliti besaran bunga dan biaya tambahan yang dikenakan oleh lembaga peminjaman, dan  pastikan lembaga kredit online tersebut telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan supaya lebih aman.

Salah satu kredit online yang sudah terjamin keamanannya adalah Kredivo. Pinjaman yang diberikan Kredivo berbentuk limit hingga Rp 30 juta yang bisa dipakai belanja online maupun offline di merchant rekanan Kredivo. Selain itu, kamu juga bisa mencairkan limit tersebut dalam bentuk uang tunai. Bunga yang dikenakan Kredivo hanya sebesar 2,95% per bulan, in merupakan yang terendah di pasaran.***

Bagikan: