Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Badai petir, 22.3 ° C

Indonesia Tetap Harus Impor Bawang Putih

Tia Dwitiani Komalasari
BAWANG putih impor.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
BAWANG putih impor.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

JAKARTA, (PR).- Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat, Entang Sastraatmadja mengatakan Indonesia sulit untuk bebas dari impor bawang putih.  Situasi iklim di Indonesia kurang mendukung untuk budidaya tanaman bawang putih.

Hal itu dinyatakan Entang menanggapi rencana pemerintah yang akan melakukan impor 100 ribu ton bawang putih awal tahun ini.‎ Sebelumnya, Kementrian Pertanian menyatakan akan menutup keran impor pada 2021.

"Jadi sebetulnya harus hati-hati menyampaikan kalimat bebas impor. Harus lebih realistis meskipun itu beraura politis,"ujar dia kepada "PR", Selasa  19 Maret 2019.

Entang mengatakan, bawang putih hanya bisa tumbuh di dataran tinggi tertentu. Tanah Jawa Barat pun bahkan sangat sedikit ditanami bawang putih. 

Sementara faktor kedua disebabkan karena masih belum fokusnya perhatian petani pada tanaman hortikultura. "Petani Indonesia masih fokus pada padi dan jagung. Sementara hortikultura sangat ketinggalan,"kata dia.

Kembali impor

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution‎ mengatakan, pemerintah menugaskan Bulog untuk melakukan impor bawang putih sebanyak 100 ribu ton. Impor ini dilakukan sebagai upaya umtuk menekan harga bawang putih yang mencapai Rp 45 ribu per kg.

Darmin mengatakan, pihaknya sudah menugaskan Bulog untuk segera melakukan impor bulan ini. Dia berharap, suplai bawang putih impor dapat menurunkan harga menjadi Rp 25 ribu per kg.

Meskipun demikian, rencana impor yang dilakukan Bulog ini tidak akan menutup jatah swasta. Sebab biasanya Indonesia melakukan impor bawang putih sebesar 400-500 ribu ton per tahun.

"Jadi masih ada slot untuk swasta. Di sisi lain kami masih menunggu laporan mengenai importir bawang putih yang menjalankan wajib tanam bawang putih di dalam negeri,"ujar dia di Jakarta, Senin malam 18 Maret 2019.

Direktur‎ Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan Tjahja Widayanti mengatakan, bawang putih merupakan atu-satunya komoditas yang mengalami kenaikan harga tinggi saat ini. Menurut dia, kebutuhan bawang putih saat ini memang 90 persen masih dipenuhi impor.

Tjahja mengatakan, permintaan bawang putih kemungkinan akan meningkat saat menjelang bulan Ramadhan. "Selain untuk harga yang stabil, impor dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok,"ujarnya.***

 

 

Bagikan: