Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 23.8 ° C

Panen Perdana, Harga Gabah Naik-Turun

Gelar Gandarasa
PETANI indramayu memanen padi di sawah garapan mereka, Minggu 17 Maret 2019. Pada panen perdana ini harga gabah cenderung naik turun.*/GELAR GANDARASA/PR
PETANI indramayu memanen padi di sawah garapan mereka, Minggu 17 Maret 2019. Pada panen perdana ini harga gabah cenderung naik turun.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Sejumlah wilayah persawahan di Kabupaten Indramayu sudah memasuki masa panen perdana musim hujan. Kendati demikian petani belum bisa menikmati hasil jerih payah mereka karena harga gabah cenderung naik turun. Naik turunnya harga tak lepas dari masih sedikitnya wilayah yang melakukan panen.

Adapun di antara lahan yang sudah memasuki panen ada di Kroya, Gantar, dan Haurgeulis. Lahan persawahan di wilayah itu kebanyakan merupakan sawah tadah hujan di mana telah memulai tanam lebih awal dibanding wilayah lain. Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Indramayu Sutatang mengatakan, harga gabah saat ini cenderung naik turun.

Sutatang mengatakan, masih sedikit wilayah yang melaksanakan panen perdana. Untuk itulah, harga saat ini fluktuatif karena masih sedikitnya stok petani. Tak ayal sedikitnya stok membuat harga gabah bertahan. Pada panen perdana ini harga gabah kering panen berkisar antara Rp 4.500 hingga Rp 5.000 per kilogramnya. Kisaran harga gabah tersebut dinilai masih cukup normal dibandingkan harga gabah pembelian pemerintah yang hanya Rp 3.700 per kilogram. “Panen mulai akhir Februari. Belum semuanya melaksanakan panen,” kata dia, Minggu 17 Maret 2019.    

Sedangkan untuk harga gabah hasil panen musim kemarau lalu turun hingga ke Rp 6.000. Padahal harga gabah hasil panen musim kemarau pernah menyentuh Rp 6700. “Harganya tinggi pada bulan Januari kemarin,” katanya. Turunnya harga tak lepas dari banyaknya wilayah Jawa Tengah yang sudah memasuki panen. Hal itu membuat stok beras di pasar bertambah. “Sesuai hukum ekonomi harga akan turun ketika stok bertambah,” tuturnya.

Dia memprediksi, naik turunnya harga akan berlangsung lama. Terlebih pada bulan April mendatang Indramayu akan memasuki masa panen raya. Pada panen raya dipastikan harga akan turun karena melimpahnya gabah di tingkat petani. Untuk itu, saat ini petani pun masih berjuang mendapatkan harga gabah yang pas. “Semoga pada April nanti harga tak begitu jatuh. Berkaca pada pengalaman harga selalu turun,” ungkap Sutatang.

Kendati harga naik turun, pada musim hujan kali ini petani mesti bersyukur karena serangan hama tidak begitu masif. Sejauh ini persawahan di Kabupaten Indramayu masih relatif aman dan terkendali. Kalau pun ada serangan hama, hal itu tak meluas hingga ke wilayah lain. Sutatang mengatakan, serangan hama hanya terjadi di titik-titik tertentu saja. “Sudah keburu ditangani jadi penyebarannya tidak hingga ke wilayah tetangga,” ucap dia.

Salah seorang petani Suyono mengaku, dirinya langsung menjual hasil panen perdana sawah garapannya. Sebab kata dia, harga gabah dikhawatirkan akan turun jauh. “Saya langsung lepas ke pasar,” katanya. Biasanya ia akan menyimpan stok gabah di gudang jika harga gabah cenderung rendah. Dia berharap, ke depan harga gabah akan selalu stabil sehingga dirinya bisa mencicipi keuntungan dari bercocok tanam padi.***

Bagikan: