Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 26.8 ° C

Banyak Konsumen Tak Menyadari Haknya

Gita Pratiwi
ILUSTRASI hari konsumen.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT
ILUSTRASI hari konsumen.*/ DOK. PIKIRAN RAKYAT

HARI Konsumen Nasional Sedunia jatuh pada 15 Maret, dan diperingati secara nasional 20 April. Momentum ini selalu dimanfaatkan Kementerian Perdagangan untuk mempromosikan lagi hak dan kewajiban konsumen.

“Dengan begitu, masyarakat akan menjadi konsumen yang cerdas dan berdaya,” ujar Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono, seperti dalam keterangan tertulis kepada PR, Kamis 14 Maret 2019.

Bekerja sama dengan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), kampanye berlangsung 13—20 Maret 2019. Berbagai pekan diskon digalakkan di berbagai marketplace daring dan ritel pusat perbelanjaan.

BKPN juga menggelar kuliah umum di 11 perguruan tinggi di Bandung. Yaitu Politeknik Bandung, Universitas Parahyangan, Universitas Kebangsaan, IKIP Siliwangi, Universitas Islam Bandung, Akademi Metrologi, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Widyatama, Universitas Telkom, Institut Teknologi Nasional, dan Universitas Kristen Maranatha Bandung.

Bandung memang dipilih Kemendag sebagai lokasi puncak peringatan hari konsumen. Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dalam acara puncak di halaman lapangan Gasibu, Rabu  20 Maret 2019. Dalam acara tersebut akan dilakukan penyerahan penghargaan pemerintah provinsi terbaik di bidang Peduli Konsumen dan penyematan rompi Tukang Ukur Takar Timbang (Kang Ujang).

Banyak macam pelanggaran hak konsumen. Misalnya penjual tidak memberikan informasi jelas, mendiskriminasi pembeli,  enggan membayar ganti rugi, tidak memberikan servis sesuai perjanjian di awal, dan sebagainya.

Hak yang juga harusnya dipenuhi oleh produsen bukan hanya penjual, ialah ketersediaan informasi dalam bahasa Indonesia. Ketua HLKI DKI, Jabar, dan Banten Firman Turmantara mengatakan, barang impor tidak semuanya legal. Salah-salah, jika pembeli tidak jeli, bisa dituduh penadah dan urusannya bisa panjang.

Cara konsumen melaporkan kerugian ke BPSK

Namun, kebanyakan konsumen masih enggan melaporkan kerugian yang diderita. Misalnya, saat diintai dan diteror penagih kredit menjelang tenggat pembayaran, konsumen tidak sadar sedang dirugikan.

Hal pertama yang bisa dilakukan konsumen ketika merasa dirugikan, ialah memaksimalkan pelayanan hotline. Melalui sambungan telefon atau mengunjungi kantor yang bersangkutan untuk menyampaikan keluhan adalah hak semua konsumen. Namun, jika masih kurang puas, Anda bisa mendatangi lembaga-lembaga konsumen.

“Setiap umat manusia adalah konsumen. Pelaku usaha sampai presiden saja konsumen, yang punya hak dan kewajiban. Jangan segan melapor. Di Bandung saja ada hampir 100 lembaga konsumen, dan 17 BPSK di Jawa Barat,” kata Firman, Jumat, 15 Maret 2019.

Penyelesaian sengketa di BPSK disebutnya amat sederhana, tidak lebih dari 21 hari sudah putusan. Perwakilan usaha, PNS, dan konsumen duduk sejajar untuk mencapai putusan. BPSK ini dibina oleh Disperindag Jabar dan Kementerian Perdagangan. “Bawa bukti transaksi, copy perjanjian pembiayaan konsumen, dan semua dokumen pelengkap. Itu saja syaratnya,” kata dia.***

Bagikan: